Ambontoday – Bahagian dari program 100 Hari Kerja Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliezer Selsily -SMS-GES- Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan, memfokuskan pada wilayah dalam Kota Namrole yang terjadi penyumbatan pada drainase.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliezer Selsily kepada media ini usai melihat pekerjaan penggalian drainase didalam kota Namrole, Rabu, (22/7).
‘Ini merupakan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, karena pertama yang kita harus fokus juga wilayah dalam kota,” ujar Selsily.
Lanjut Selsily, selain fokus pada Kota Namrole, program 100 hari kerja akan berlangsung di semua 6 kecamatan yakni kecamatan Kapal Madan, kecamatan Leksula, kecamatan Namrole, kecamatan Fena Fafan, kecamatan Waesama dan kecamatan Ambalau,
“Tetapi untuk wilayah dalam kota Kabupaten sangat penting dalam rangka perbaiki drainase-drainase yang tersumbat yang mengakibatkan terjadi genang air,” jelas Selsily.
Jelasnya, sehingga saluran-saluran air yang selama ini tersumbat dan mengakibatkan genangan air akan berpengaruh pada rumah penduduk didalam kota.
“Jika saluran air yang tersumbat itu terbuka maka distribusi air akan lancar dan genang air dapat dikurangi,’ jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Buru Selatan ini mengatakan, mulai hari ini untuk proses penggalian drainase yang tersumbat, sehingga diharapkan genang airnya lancar mengalir.
Ditambahkan Kadis PUPR Melkior Solissa dikatakan, drainase didalam kota Namrole terdiri dari 8000 Kubik, dengan pagu anggaran sebesar Rp.500 juta, dan dikerjakan secara swakelola,
“Kegiatan ini merupakan kegiatan primadona 100 hari kerja Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Eliezer Selsily, Kabupaten Buru Selatan,” jelas Kadis.
Dikatakan, isu permasalahan drainase sehingga yang menyebabkan terjadinya banjir didalam kota merupakan sebuah isu yang sangat seksi dan strategis. Sebutnya, sehingga perlu mengambil langkah strategis untuk mengambil langkah penyelesaiannya.
Masih Solissa, untuk program kita ini, kita utamakan beberapa kawasan drainase yang tersumbat ketika hujan datang, dan mengakibatkan genangan air pada rumah warga, dan terjadi genangan penyakit pada beberapa titik.
“Karena itu perlu dilakukan penggalian ini untuk mengkoneksi galian drainase secara tersistem dari hulu dan hilir,” sebut Melkior.
Sehingga diharapkan aliran air yang tersumbat kembali mengalir secaa baik dan tidak terjadi banjir didalam kota dan rumah-rumah warga.
Ditambah Kadis Lingkungan Hidup Lukman Solissa menambahkan, terkait dengan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan, dikatakan, program utama di Dinas Lingkungan Hidup yaitu, kota Namrole bersih indah dan nyaman.
Sambungnya, maka Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR berkolaborasi untuk meyelesaikan permasalahan drainase dan permasalahan persampahan di kabupaten Buru Selatan.
Jelasnya lagi, sesuai dengan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, maka dilakukan pekerjaan penggalian drainase yang tersumbat untuk mengurangi permasalahan genangan air akibat curah hujan yang cukup Tinggih.
“kita lakukan penggalian drainase yang tersumbat agar tidak terjadi genang air didalam kota dan rumah-rumah warga penduduk,” ujar Lukman.(Biro Bursel)





















