Kucing terkenal sebagai binatang kesayangan yang lucu, gesit, dan bertabur misteri. Namun, apakah Anda tahu bahwa masih ada berbagai fakta menarik tentang kucing yang barangkali belum sempat Anda amati sebelum ini, seperti misalnya berkaitan dengan gigitannya?
Walaupun sering kali terabaikan, gigi pada kucing memiliki peranan yang amat signifikan dalam rutinitas harian mereka. Mulai dari proses berburu sampai mengungkapkan perasaan, gigi merupakan salah satu organ esensial untuk para kucing tersebut. Berikut adalah beberapa informasi unik tentang gigi kucing yang patut Anda ketahui!
1. Gigi kucing tidak bertambah selama hidupnya, hanya ada dua periode pertumbuhan.

Pada saat kelahiran, mulut si kecil kucing masih kosong tidak memiliki satupun gigi. Namun jangan terkecoh, hanya dalam tempo dua minggu, akan bermunculan barisan gigi mini yang tajam seperti duri ikan. Pada umur dua bulan, rongga mulut mereka telah berisi seluruhnya oleh 26 buah gigi susu.
Saat anak memasuki umur 3 hingga 4 bulan, gigi susunya mulai rontok secara bertahap. Menggantikan gigi susu tersebut adalah 30 gigi tetap yang akan mereka gunakan selama hayatnya. Selepas tahap ini, tidak akan terdapat pertumbuhan gigi tambahan lagi.
2. Struktur gigi kucing telah didesain secara spesifik untuk keperluan berburu.

Giginya tak hanya tajam, tetapi memiliki konstruksi unik pula. Taringnya panjang dan tipis sempurna untuk menerobos serta menahan prey. Di sisi lain, gigi gerahami belakangnya, atau yang dikenal sebagai karnasius, berfungsi layaknya penjepit daging kecil.
Berbeda dengan manusia, kucing tak melumatkan makanannya sepenuhnya. Mereka cenderung mencabik dan memotong sebelum akhirnya menelan gigitan berukuran sedang. Oleh karena itu, giginya tidak datar layaknya gigi geraham manusia, tetapi tajam mirip bilah.
3. Kucing dapat menderita gangguan kesehatan gigi yang cukup parah.

Lebih dari setengah populasi kucing dengan usia lebih dari tiga tahun mengidap masalah pada gigi. Dari gusi bengkak hingga infeksi jaringan dalam mulut, kondisi tersebut dapat membuat sang kucing menderita tanpa disadarinya. Keadaan ini kerapkali tidak diketahui karena sifat kucing yang jarang memperlihatkan gejala ketidaknyamanan.
Penyakit-penyakit seperti periodontitis atau stomatitis dapat membuat kucing menjadi kurang bersemangat untuk makan dan tampak loyo. Apabila infeksi di mulut tidak ditangani dengan baik, ia bahkan bisa merembet ke organ-organ penting lainnya seperti jantung dan ginjal. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut tak hanya berkaitan dengan napas yang wangi, tetapi juga masalah keselamatan hidup mereka.
Masalahnya adalah bahwa tanda-tanda awal penyakit seringkali tidak jelas atau bahkan hilang sama sekali. Namun, kondisi seperti resorbsi gusi dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tulang di bawah gigi. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala sangat penting, walaupun seekor kucing kelihatannya masih sehat.
4. Kucing cenderung tidak banyak memperlihatkan gejala Sakit Gigi dengan jelas.

Kucing dikenal karena kemampuan mereka untuk menyembunyikan rasa sakit, bahkan jika sedang mengalami nyeri pada gigi. Sebagai hewan yang sekaligus menjadi predator dan sasarannya sendiri, insting alamiah mereka membuat mereka tidak ingin tampak lemah atau tidak nyaman. Karena itu, walaupun kucing tersebut merasa sakit di giginya, mereka biasanya masih akan melanjutkan aktivitas seperti memakan makanan, menjaga diri, serta bertindak secara normal, sehingga sulit bagi pemiliknya untuk mendeteksi adanya gangguan gigi.
Meskipun tak memperlihatkan gejala yang nyata, beberapa perubahan halus dapat mengindikasikan adanya gangguan pada gigi kucing Anda. Mereka mungkin kehilangan selera untuk makan, ragu-ragu ketika diminta makan makanan keras, atau malah cenderung lebih cepat tersulut emosi. Penting bagi kita untuk menyadari tanda-tanda tersebut supaya kondisi giginya bisa dirawat sedini mungkin dan pencegahan terhadap penyebarannya pun akan semakin efektif.
5. Perawatan mulut kucing dapat dikelola di dalam rumah.

Ternyata pemilik kucing memiliki peran dalam merawat kesehatan gigi hewan peliharaannya dengan beberapa langkah sederhana di rumah. Metode yang cukup berhasil ialah membersihkan gigi kucing secara teratur menggunakan sikat serta pasta gigi khusus untuk mereka. Walaupun proses ini memerlukan ketekunan, namun memberikan imbalan kecil setelah prosedur tersebut dapat mengubah aktivitas menjadi lebih gampang dan menyenangkan bagi Anda maupun kucing Anda.
Di luar itu, masih ada opsi lain seperti tissu dan pasta gigi spray guna mengurangi plak pada gigi kucing yang susah di sikat. Tak luput juga dengan penambahan larutan pencuci gigi ke dalam air minumannya dapat mendukung pemeliharaan kesucian rongga mulut tanpa wajib menyentuh sang kucing. Melalui rangkaian perawatan ringkas tersebut, kondisi sehat gusi kucing bisa dipertahankan tanpa mesti bertandang ke praktisi hewani.
Giginya mungkin tak serumit taring singa, tetapi perannya amat penting dalam rutinitas sehari-hari kucing tersebut. Merawat kebersihan dan kesehatannya itu nggak hanya bikin kucing merasa enak, melainkan juga bisa menambah umurnya. Oleh karena itu, mari kita mulai dari sekarang, dengan lebih mempedulikan gigi sang kucing tersayang!




















