Saumlaki, ambontoday.com – Pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati oleh Presiden Prabowo Subianto , 20 Februari 2025 dan merampungkan retret di Magelang, Ricky Jauwerissa dan dr. Juliana Ch Ratuanak resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar periode 2025-2030.
Pada 6 Maret 2025, Bupati Ricky Jauwerissa dijadwalkan menyampaikan pidato perdananya di hadapan lembaga DPRD Kepulauan Tanimbar sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) Nomor 1000.2.4.3/4378/SJ Tentang Penegasan dan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Nasional Tahun 2024.
Ketua DPRD Richie L Anggito mengatakan, isi surat edaran itu menyebutkan bagi gubernur, bupati dan wali kota yang telah dilantik agar menyampaikan pidato sambutan sebagai gubernur, bupati dan wali kota pada sidang paripurna di masing-masing DPRD provinsi, kabupaten/kota.
“Pidato perdana Bupati akan digelar pada Kamis (6/3/2025) di Gedung Natar Kuompu,” katanya Senin, (3/3/2025) di ruang kerjanya.
Selayaknya rapat paripurna, pidato perdana Bupati periode 2025-2030 nantinya dihadiri Forkopimda, seluruh OPD, tokoh masyarakat, serta simpatisan. Pada intinya Bupati akan menyampaian visi-misi lima tahun ke depan. Sehingga DPRD bisa dapat gambaran seperti apa dalam lima tahun ke depan Bupati dalam menjalankan tugasnya, teristimewa pada seratus hari kerja nanti,” terang Anggito.
Lanjut Anggito, Jadwal pidato perdana Bupati di DPRD telah menyesuaikan jadwal dari pemerintah pusat. Pasalnya setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari, para kepala dan wakil kepala daerah harus mengikuti retret di Magelang hingga 27 Februari 2025 lalu, sehingga dipilih tanggal 6 Maret karena Bupati dan Wakil Bupati akan menghadiri pidato peedana Gubernur Maluku tanggal 5 Maret 2025 di Ambon.
Anggito menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanimbar untuk tetap menjaga kestabilan keamanan di Tanimbar menjelang pidato pertama Bupati nanti, teristimewa selalu menjaga dan memupuk toleransi antar umat beragama, mengingat uamat Islam sementara ada dalam bulan suci ramadhan dan umat Kristen sematara ada dalam minggu – minggu sengsara Yesus Kristus.
“Prinsipnya kita orang Tanimbar harus jaga Tanimbar dan selalu sayang Tanimbar ini,” tutupnya. (AT/BT)



















