Saumlaki, ambontoday.com – Kurang sterilnya para petugas Pelni yang ditugaskan pada KM. Leuser sehingga terdapat penumpang yang diduga mengkonsumsi minuman keras hingga mabuk, dan nekat melompat dari kapal, mengakibatkan seluruh penumpang panik.
Kejadian itu terjadi, Senin, (24/1) sekitar pukul 13.00 Wit, adegan itu terjadi ketika kapal mulai masuk Tanjung Alang, perairan Maluku Tengah – Ambon. Jeremias Jale (31), pekerjaan suwasta, asal Mangarai Barat, ia naik dari pelabuhan Wamena tujuan berlayarnya menuju NTT.
Thomas Sumbreskosu, Senin, (24/1) katakan, pasca lompatnya satu penumpang itu, membuat kapal harus berhenti dan melakukan pencarian, dengan cara memutar hingga tiga kali baru penumpang yang lumpat itu ditemukan.
“Aneh, sudah ditemukan namun dirinya tidak mau ditolong dan santai berenang dengan menggunakan jerigen,” ujarnya.
Jeremias dapat dievakuasi ke kapal oleh pihak ABK kapal dan TNI Polri, dan belum tahu sebab akibat sehingga dirinya harus lompat ke laut.
Ditambahkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pihak Pelni yang notabenenya sebagai penanggung jawab atas keselamatan seluruh penumpang yang ada, kecolongan ini kiranya pihak Pelni lebih ketat dalam melakukan boarding di tiap pelabuhan, sehingga dapat menghindar dari kejadian seperti itu.
“Untungnya yang bersangkutan melompat di siang hari, jika kejadian itu pada malam hari maka, sudah barang tentu yang bersangkutan pasti tidak ditemukan lagi, ini sangat riskan sekali, saya hainabu kembali ke pihak pengelola KM. Leuser yakni PT. Pelni agar lebih memperketat pada pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi, karena sangat-sangat fatal, jika itu terjadi kembali dan tidak ditemukan,” himbaunya. (AT/tim)





















