Ambontoday.com, Ambon.- Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku tetap berkomitmen untuk mendukung program pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diantaranya dua program utama yakni mewujudkan Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr.Ilham Tauda,SP, M. Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis 9 Januari 2025.
Menurutnya, dua program utama dari pemerintah ini harus didukung penuh mengingat hal ini bersentuhan langsung dengan tugas dan tupoksi Dinas Pertanian sendiri.
“Untuk program Makan Bergizi Gratis yang sudah mulai dijalankan sejak Januari 2025 ini memang dikoordinasikan langsung dibawah Badan Gizi Nasional sebentar nanti akan dilakukan rapat koordinasi di kantor gubernur bersama instansi terkait sehingga nanti informasi lengkapnya rekan-rekan media bisa peroleh itu setelah rapat nanti.
Namun sebagai salah satu instansi yang bersentuhan langsung dengan program ini tentu ada beberapa kebijakan dan antisipasi yang sudah kita persiapkan secara internal diantaranya upaya untuk mendukung ketersediaan pasokan bagi beberapa item yang masuk dalam menu MBG itu sendiri.
Jadi ada beberapa item yang perlu kita siasati diantaranya untuk ketersediaan pasokan telur maupun sayuran dan buah.
Sementara untuk ketersediaan susu sendiri memang kita harus akui bahwa untuk pasokan susu ini kita perlu mencari jalan keluar mengingat di Maluku belum ada peternakan Sapi Perah,” jelas Tauda.
Dirinya menyampaikan, terkait keberadaan peteranakan Sapi Perah di Maluku ini memang beberapa tahun lalu sudah direncanakan, namun hal itu tidak didukung dengan lokasi dan industry, sehingga peteranakan Sapi Perah di Maluku belum bisa terealisasi.
“Untuk ketersediaan pasokan Susu dalam mendukung program MBG ini memang belum bisa kita sediakan di daerah mengingat keberadaan peternakan Sapi Perah di Maluku ini belum ada. Yang bisa kita sediakan mungkin untuk Telur, Sayur dan Buah.
Untuk ketersediaan pasokan Telur ini juga perlu kita siasati mengingat ketersediaan pakan bagi ternak ayam petelur untuk mendukung para pengusaha ayam petelur di daerah agar lebih meningkatkan produksinya.
Selain itu, keberadaan peternak Ayam Petelur ini tidak dibiayai oleh APBN jadi rata pelaku usaha ternak Ayam Petelur adalah pihak swasta yang berinvestasi di bidang ini,” beber Kadis.
Dikatakan, kendati demikian namun Distan Maluku tetap akan mengambil langkah-langkah untuk turut menyediakan Ayam Petelur dalam mendukung program MBG. (AT008)





















