Saumlaki, ambontoday.com – Penekanan meningkatnya stunting di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diakibatkan anak kurang gisi dan ibu hamil yang kurang mengkonsumsi makanan bergusi untuk perkembangan bai setelah lahir.
Maka Pemerintah mengalikasukan anggaran BOK ke seluruh ouskesmas di Indonesia, dari anggaran BOK itu, ada anggaran yang dipakai untuk membelanjai program makanan tambahan (PMT) untuk anak kurang gizi dan ibu Ket.
Perhatian Pemerintah itu terdapat dugaan bahwa ada puskesmas yang merealusasi anggaran namun tidak mengeksekusi program, ambil misal di puskesmas Alusi Kelaan Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dugaan penyalahgunaan atau bau anyer di puskesmas Alusi Kelaan itu, ketika penanggungjawab atau pengelola program Melani Memambessy ketika dihubungi redaksi ambontoday.com namun tidak meresponi, begitu juga kepala puskesmas (Kapus) Laurensus Laiyan juga tidak meresponi.
Maka besar dugaan bahwa anggaran tersebut digelapkan atau dipakai untuk kepentingan lain oleh pengelola program dan Kapus, sehingga pihak Inspektorat diminta untuk memanggil kapus dan pengelola program untuk diperiksa.
Kepada ambontoday.com, narasumber yang enggan namanya dipublis Rabu (15/01/2025) di Saumlaki katakan, program PMT itu tidak pernah di lakukan di pustu – pustu yang merupakan daerah pelayanan Puskesmas Alusi Kelaan, ini akibat anggaran tersebut sudah ditangani oleh pihak Desa yang dibelanjai oleh ADD.
“Ketika program Stunting jalan maka saya tidak pernah lihat lagi dari pustu yang mengurus makanan gizi bagi anak dan ibu Ket, apakah program itu sudah di tiadakan, namun setau saya anggarannya ada, untuk Puskesmas Alusi Kelaan itu biayanya kalau tidak salah sebesar Seratus Sembilan puluh Lima Jutah Enam Ratus Ribu Rupiah untuk tahun 2024 yang ada pada anggaran BOK,” ujar sumber.
Dirinya meminta kepada pihak Inspektkrat KKT untuk dapat mengaudit anggaran tersebut, karena program ini sangat – sangat membantu anak bergizi dan juga ibu ket. (AT/tim)



















