
Saumlaki,Ambontoday.com;_Dua mahasiswa Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA), Christian Resilay dan Suryani Wuarlela mahasiwa prodi Pendidikan Bahasa Inggris semester III, hari ini mewakili kampus dalam seleksi tingkat wilayah kegiatan National University Debating Championship (NUDC) 2025. Kegiatan seleksi berlangsung,20-21/09/2025 pukul 09.00 WIT dan mereka akan berkompetisi dengan perwakilan dari berbagai perguruan bukan di wilayah LL-DIKTI XII (Indonesia Timur) karena sesuai mekanisme setiap wilayah pada LL-DIKTI tidak berkompetisi dengan sesama wilayah tetapi kompetisi antar wilayah.
Kehadiran Christian dan Suryani dalam ajang bergengsi ini mendapat pendampingan langsung dari Piter Titirloloby, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sebagai pendamping, Piter telah memberikan bimbingan intensif kepada keduanya dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pelatihan teknik debat, penyusunan argumen, serta penguatan mental kompetitif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,Ibu Marlina Kora,S.Pd.,M.Pd yang memberikan dukungan dan motivasi langsung kepada para peserta. Dalam pernyataannya, Kaprodi menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan kedua mahasiswa tersebut. “Kalian pasti bisa lolos ke kancah nasional,” ujar Kaprodi penuh semangat.
Dukungan juga datang dari Rektor UNLESA yang dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan pentingnya prestasi sebagai identitas mahasiswa UNLESA. “Kalian kuliah di UNLESA, tetapi kalau keluar daerah harus dengan prestasi,” tegas Rektor, sebagai bentuk dorongan moral dan komitmen universitas dalam mendorong mahasiswa unggul dan kompetitif.
Christian dan Suryani menyampaikan bahwa mereka telah mempersiapkan diri secara matang menjelang seleksi wilayah ini. “Kami sudah sangat siap mengikuti kompetisi ini setelah beberapa kali mendapatkan pendampingan dari dosen kami. Mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar proses ini bisa berjalan dengan lancar,” ujar mereka sebelum memasuki arena seleksi.
Keikutsertaan UNLESA dalam ajang NUDC 2025 tidak hanya menjadi ajang pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang debat berbahasa Inggris, tetapi juga sebagai bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional. Diharapkan, Christian dan Suryani dapat melaju ke babak nasional dan membawa nama baik UNLESA di kancah yang lebih luas(AT/19)



















