
Skandal MBG di Namrole: Belatung di Piring Siswa, Orang Tua Murka Pemda Diminta Bertindak
Ambontoday.com – Namrole – Program Sekolah Pemberian Pangan Gratis (SPPG) di Kabupaten Buru Selatan tercoreng. Video yang beredar luas di media sosial menampilkan belatung dalam makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SMP di Namrole.
Kasus pertama terungkap di SMP Satu Atap 02 Namrole, ketika makanan yang dibagikan dari dapur penyedia SPPG terlihat tidak layak konsumsi. Kondisi memalukan ini kemudian diperparah dengan temuan serupa di SMP 05 Namrole, di mana belatung ditemukan pada daging ayam, tempe, hingga telur yang disajikan untuk anak-anak sekolah.
Dalam rekaman video, terdengar pengakuan siswa SMP 05 yang mengaku belum sempat menyantap makanan tersebut. Namun, ada juga siswa lain yang mengatakan sudah sempat makan sebagian lauk, sebelum akhirnya berhenti karena mendapati belatung di piring mereka.
Video itu ramai beredar di grup Facebook Buru Selatan, memicu banjir komentar warga. Banyak orang tua dan masyarakat menyuarakan kegelisahan serta menumpahkan kekhawatiran mereka akan keselamatan anak-anak.
“Ini makanan untuk anak-anak. Kasihan kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Tolong lebih teliti lagi, utamakan kesehatan dan keselamatan mereka,” ujar salah satu orang tua murid dengan nada kecewa.

Masyarakat menilai, kasus ini bukan sekadar kelalaian, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, sebab program MBG yang diniatkan untuk menyehatkan generasi justru berpotensi menjadi ancaman kesehatan.
Desakan keras pun dialamatkan kepada Pemerintah Daerah Buru Selatan. Warga meminta Pemda segera mengambil alih dan melakukan evaluasi total terhadap seluruh rantai pengelolaan MBG, mulai dari proses pemesanan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
“PEMDA jangan diam. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Jangan sampai program yang niatnya baik justru jadi malapetaka,” seru warga lainnya.
Kasus serupa juga pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia, di mana kelalaian penyedia makanan bergizi gratis menimbulkan protes keras. Pakar kesehatan menegaskan, makanan untuk anak sekolah wajib memenuhi standar higienitas dan gizi yang ketat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG maupun Dinas Pendidikan Buru Selatan belum memberikan keterangan resmi. Publik kini menunggu sikap tegas Pemda agar skandal serupa tidak kembali mencoreng wajah pendidikan di Buru Selatan.
[Nar’Mar]
.




















