Jakarta, ambontoday.com – Melihat gejolak aksi demo yang dilakukan sejak tangga 28 Agustus hingga saat ini, menimbulkan berbagai puing – puing dan duka diberbagai daerah, akibat dari masyarakat yang menganggap bahwa segala tindak handuk para pejabat-pejabat berdasa yang sudah tidak lagi pro rakyat.
Aksi yang dilakukan masyarakat dari semua kalangan, baik unsur Mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, organisasi masyarakat, ojol dan seluruh masyarakat yang merasah jenuh terhadap ketidak berpihakan pemerintah kepada masyarakat.
“Masyarakat sudah muak terhadap Pemerintan maupun instansi yang dianggap sebagai pengayom masyarakat, namun kenyataan kebalik, bukan mengayom tapi menindas dan sebagainya, membuat masyarakat mulai ngamuk,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Steven Izaac Risakotta, dalam rilis yang diterima Redaksi ambontoday.com, Senin, (1/9/2025).
menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, ia mengingatkan bahwa aksi massa harus tetap dilakukan dengan damai, beradab, dan tidak merusak fasilitas umum yang menjadi milik bersama.
Steven menilai bahwa demokrasi Indonesia saat ini sudah seharusnya menunjukkan kedewasaan, di mana kritik dan aspirasi dapat disampaikan secara konstruktif tanpa harus menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
“Mencari perubahan bukan berarti harus dengan kerusakan. Aksi harus beradab; suarakan aspirasi, jangan hancurkan fasilitas umum yang jadi milik bersama. Demokrasi kita seharusnya menunjukkan kematangan, bukan kerusuhan,” ungkap Steven
Steven lelaki berdarah Maluku itu, mengingatkan bahwa bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan aksi agar fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat, harus dijaka, karena merusaknya sama saja merugikan kepentingan bersama. Ia menegaskan bahwa gerakan perubahan yang sejati adalah gerakan yang membawa manfaat, bukan yang meninggalkan jejak kehancuran.
Steven pengacara mudah dermawan itu juga mendorong generasi muda untuk menjadi teladan dalam menyampaikan gagasan progresif dengan cara yang santun, terukur, dan memberi solusi. Menurutnya, aksi damai justru memiliki legitimasi moral yang lebih kuat dibandingkan aksi destruktif. “Aspirasi harus disampaikan dengan cara yang memperkuat demokrasi, bukan melemahkannya,” pesan Steven.
Merujuk dari hidup damai itu indah, dengan sikap demikian, Steven berharap gerakan demokrasi di Indonesia dapat tumbuh semakin matang, menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa, sekaligus wadah yang efektif dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, dalam suatu kedalam yang hakiki, maka kepuasan melayani dan dilayani itu dapat.
“Semoga Negara Republik Indonesia (NRI) selalu nyaman, aman, dan damai, yang selalu, karena saysampaiakan jika, hal-hal tadik kita rasakan itu sangat baik, maka dari itu saya berharap intelektual kita dipakai dalam bertindak, rasa memiliki menciptakan keharmonisan, ingat damai itu Indah, damai itu membawa berkah,” tutupnya. (AT/BT)




















