Janji Politik Tidak Direalisasikan Gubernur Maluku Enggan Ke Bursel
Diketahui juga bahwa Murad Ismail menjadi Gubernur Maluku satu periode dan akan mencalonkan diri lagi untuk kedua pariode lagi. Murad Ismail kini menjabat sebagai ketua DPD PDIP Provinsi Maluku. Acara zikir akbar yang rencananya akan di hadiri oleh Gubernur Maluku, Ketua Kimisi II DPR RI Ahmad Dolly, keduanya tidak hadir.
Gubernur Maluku di wakilkan oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Jahrudin Latuconsina. Purnawirawan Jenderal Bintang Dua itu tidak hadir, zikir akbar yang akan dihadiri ribuan umat muslim dari berbagai desa dari 6 kecamatan, banyak yang merasa kecewa sehingga tak lebih dari 200 orang saja yang ikut acara itu. Tak hanya itu, Gubernur Maluku Murad Ismail juga mengecewakan para siswa-siswi yang ada di kota Namrole.
Para siswa-siswi sejak pagi, pukul 6.00 Wit, siswa-siswi berseragam putih merah, putih biru dan putih abu-abu di Kota Namrole Buru Selatan, Provinsi Maluku menjadi pagar hidup sepanjang jalan yang akan di lalui oleh orang nomor satu di provinsi Maluku itu. Diketahui, sejak Murad Ismail dilantik menjadi gubernur Maluku pada tahun 2019 lalu dia bulan pernah mengunjungi Kabupaten Buru Selatan.. Dengan memegang bendera merah putih di tangan mereka, para siswa-siswi ini berjejer panjang di jalan di temani para guru dan orang tua murid SD.
Diketahui pula, seharian Kota Namrole Buru Selatan diguyur oleh hujan yang sangat deras, dengan intensitas curah hujan yang sangat lebat. Walaupun diguyur hujan para siswa-siswi tak takut sakit, para siswa tetap setia menunggu kedatangan gubernur mereka. "Sayang, yang mereka tunggu tak kunjung datang.
Para siswa SD, SMP, SMA/SMK di Namrole dapat FRANK dari Gubernur Maluku", ucap salah satu guru di Kota Namrole. Dengan rasa kekecewaan para siswa bubarkan diri pulang. Menyikapi hal tersebut Ketua DPC GMNI Buru Selatan Epot Latbual mengatakan, pihaknya telah bersepakat akan menolak kedatangan Gubernur Maluku di Kabupaten Buru Selatan.
"Insyaallah. Kedepan lita akan sepakat menolak kedatangan bapak Gubernur Maluku di Kabupaten Buru Selatan," ucap Latbual. Menurutnya, Gubernur Maluku tak mau datang ke Buru Selatan diduga karena janji politik Gubernur Maluku yang sampai saat saat ini belum dia tepati.
"Karena janji politik bapak Gubernur Maluku yang akan menjadikan salah satu orang Buru Selatan sebagai Kepala Dinas di Provinsi Maluku namun tidak di penuhi oleh bapak Gubernur sampai saat ini, jelas Latbual. "Kami akan selalu kompak menolak kedatangan gubernur Maluku di Buru Selatan dalam kunjungan kerja atau kunjungan politik," tandas Latbual tegas. Disebutkan Latbual bahwa, masyarakat Buru Selatan tidak lagi mempercayai Murat Ismail sebagai gubernur Maluku sesuai dengan hilangnya janji politik Gubernur Maluku.
"Batabual (Kabupaten Buru) pung (lebih) keras, tetapi Buru Selatan lebih keras," sebutnya. (Biro BurseL
đ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
đŦ 0 Komentar
đ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Kapolres BurseL: Rekomendasi Pansus DRPD Terkait Dana Pendidikan dan Kesehatan Ditangani Kejari Buru
11 hours ago
Polres Bursel Tangani 99 Laporan Polisi Sepanjang 2026, Kasus Kekerasan Anak Jadi Perhatian
15 hours ago
Kapolres BurseL: 18 Saksi Diperiksa dalam Kasus Oli Diduga Palsu, Tersangka LA Tak Ditahan
17 hours ago
Kapolres BurseL Siapkan Bantuan Air Bersih Rutin, Ajak Pemda dan Pemuda Atasi Dampak Kekeringan
1 day agoRekomendasi Untuk Anda
Covid-19, Malra Terdapat Satu PDP Dan Dua ODP
Gubernur Diminta Evaluasi Kepala Samsat Cabang Saumlaki, Perlu di Nonjobkan
BNN dan GRANAT Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Sekolah, GRANAT Dorong Pelajar Jadi Garda Pencegahan
Rumah Terancam Roboh Akibat Abrasi Pantai, Warga Waenono Minta Perhatian Khusus Bupati