AmbonToday
Menu Utama

Penanaman Perdana Bibit Kakao di Desa Namto Diharapkan Menciptakan Ekonomi Masyarakat Desa yang Kuat dan Berkelanjutan

M

Oleh: Mozes

Tuesday, 13 January 2026 | 00:08 WIT

Bagikan:
Penanaman Perdana Bibit Kakao di Desa Namto Diharapkan Menciptakan Ekonomi Masyarakat Desa yang Kuat dan Berkelanjutan
โ€ŽAmbontoday. com, Ambon.- Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr.

Ilham Tauda, SP. M. Si di damping Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, SP.

M. A. P belum lama ini telah melakukan penanaman perdana tanaman Kakao di Desa Namto, Kecamatan Seram Utara Timur (Seti), pada 29 Desember 2025.

โ€Žโ€ŽDemikian rilis pers yang diterima media ini dari Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Provinsi Maluku. โ€ŽPenanaman perdana bibit tanaman Kakao ini berasal dari bantuan Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan yang dialokasikan melalui dana APBN tahun 2025 kepada Petani di Maluku, yang akan dikelola secara intensif dan pemberdayaan sebagai upaya mendukung peningkatan produksi perkebunan serta menciptakan ekonomi masyarakat desa yang kuat dan berkelanjutan. โ€ŽKehadiran Bupati Maluku Tengah dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku dalam kegiatan penanaman perdana ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaen dalam mendukung sektor pertanian khususnya komoditas Kakao.

โ€ŽKegiatan penanaman Kakao ini merupakan bagian penting dari sector pertanian, perkebaunan dalam rangka mendukung program hilirisasi komoditas perkebunan sesuai Asta Cita ke-2 Presiden RI, Prabowo Subianto yakni, mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan Sapta Cipta Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2025-2029 untuk penguatan kemandirian pangan, melalui pengembangan sentra produksi Kakao di kabupaten Malteng. โ€ŽDalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda menjelaskan, dalam tahun 2025 melalui dana APBN untuk kabupaten Maluku Tengah dialokasikan bantuan tanaman Kakao seluas 100 Ha dan 50 Ha dukungan dana aspirasi dari anggota DPR RI, Saadiah Uluputy, jadi total untuk tahun 2025 pengembangan Kakao seluas 150 Ha. โ€ŽSelain dana APBN, ada juga dukungan dana APBD baik regular maupun dukungan aspirasi sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan tanaman Kakao di Provinsi Maluku.

โ€Žโ€œUntuk tahun 2026 kementerian pertanian berencana akan mengalokasikan kegiatan pengembangan Kakao di Kabupaten Maluku Tengah seluas 1200 hektar, dan Dinas Pertanian Provinsi Maluku melalui Bidang Perkebunan juga telah mengusulkan 130 hektar untuk kabupaten lain sesuai potensi pengembangan, sehingga total pengembangan tanaman Kakao untuk tahun 2026 seluas 2500 hektar,โ€ jelas Tauda. โ€ŽDirinya berharap, melalui kegiatan pengembangan Kakao berbasis kluster/kawasan melalui bantuan kementerian pertanian di kabupaten Maluku tengah ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, pendapatan petani, membuka lapangan kerja, dan mendorong peningkatan PAD sehingga diperoleh pertanaman dalam meningkatkan kwantitas dan kualitas produksi secara berkelanjutan. โ€ŽPada kesempatan yang sama, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian RI melalui Dirjen Perkebunan yang telah memberikan bantuan pengembangan tanaman Kakao, dan diharapkan menjadi langkah awal penguatan sector perkebunan dengan menempatkan Kakao sebagai komoditas unggulan daerah, sehingga dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Maluku.

โ€Žโ€œPemerintah pusat telah memberikan dukungan besar untuk sector perkebunan, dengan demikian perubahan besar harus dimulai dari negeri, dan kepala pemerintah negeri adalah pimpinan dan garda terdepan yang menentukan arah pembangunan. โ€Žโ€ŽPemkab Maluku Tengah berkomitmen untuk terus mendorong sector pertanian sebagai penopang ekonomi daerah dimasa mendatang. โ€Žโ€ŽMelalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat petani diharapkan target perluasan areal tanam dan peningkatan produksi Kakao di kabuppaten Malteng dapat tercapai secara optimal dan menjadikan Kakao sebagai tulang punggung ekonomi baru daerah,โ€ ungkap Bupati.

โ€ŽDirinya mengharapkan, melalui kegiatan ini peran aktif seluruh stakeholder dalam mendukung program pemerintah dan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan prinsip kemandirian, penganekaragaman pangan, pengembangan pangan fungsional secara tersistim dari hulu ke hilir secara dinamis dan berkelnajutan (Sustainable), tutupnya. (AT)

๐Ÿ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

๐Ÿ’ฌ 0 Komentar

๐Ÿ“ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!

Topik Terkait: Maluku AmbonToday