Telah Dibantu, Staf Disdukcapil BurseL Di Maki dari Salah Satu Warga
"Kemarin itu pelayanannya dia (SL) itu pindah dari Weda Maluku Utara, tidak punya kenalan di Capil Weda dan lakukan koordinasi di sini mau pindah dan minta Capil di sini bantu," jelas Fadly. Jelasnya lanjut, pihaknya akan membantu dan menyarankan agar yang bersangkutan menyiapkan semua berkasnya. "Saya suruh ambil berkas formulir dan kami juga bantu berikan materai, kami suruh dia masukan.
Kita kirim ke Capil Weda," ujarnya. Kata Fadly, mungkin pengiriman data dari Capil Weda lama, yang bersangkutan pulang balik menanyakan namun input dari Weda belum juga masuk di Capil BurseL. "Dia tanya bagaimana, kami jawab input dari Capil Weda belum masuk.
Kami jelaskan, nanti ada staf bantu konfirmasi ke admin Capil Weda, agar atas nama SL dipindahkan ke Buru Selatan," ujarnya. Jika input data perpindahan dari Weda ke Buru Selatan sudah dilakukan, kata Fadly, dirinya juga membantu membuat Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). "KK sudah jadi, karena bikin KTP harus bikin KK dulu.
Dia kasih masuk KK untuk cetak KTP jam 11.00 Wit," ujarnya. Pada saat itu lanjut Fadly, dirinya menganjurkan agar SL kembali besok untuk mengecek kembali. "Besoknya dia datang karena lama, dia bilang, kamong (kalian) ini beta pulang balik dengan ojek, barang-barang belum jadi.
Kerja seperti tai saja," jelas Fadly mengutip ucapan SL pada dirinya. Fadly kemudian menjelaskan padanya bahwa ada banyak Siswa ujian yang juga melakukan pengurusan perekaman sehingga yang bersangkutan SL ini di daftar tunggu. "Langsung dia maki, kamong (kalian) dalam p--i semua, kerja seperti tai saja, kerja takaruang.
Lalu Beta bilang, bicara baik-baik saja, katong layani abang dengan baik-baik kenapa harus emosi seperti itu?," jelas Fadly. Lanjut Fadly lagi, usai sampaikan kata makian, dia langsung jalan keluar sambil mengumpat kata makian lagi. Jelas Fadly, langsung Kadis dan Sekertaris keluar dari ruangan mereka untuk melihat apa yang terjadi.
"Kadis panggil dia, tetapi dia mau berkelahi dengan Sekertaris Dinas. Sekertaris panggil dia dan tanyakan dia maki, dia jawab ia beta maki barang kenapa," cerita Fadly. Sementara Kadis Rustam Makatita kepada media ini di ruang kerjanya mengaku menyesalkan insiden tersebut.
Dikatakan pihaknya hanya membantu yang bersangkutan untuk pindah dari Weda ke Buru Selatan. "Kami hanya membantu. Seharusnya dia (SL) yang urus pindah di Weda dan kami disini hanya menerima," jelas Makatita.
Makatita menjelaskan, itu masalah Surat Keterangan Mutasi Warga Negara Indonesia (SKMWNI) dari daerah asal. Dia dari Weda mau mutasi ke sini (BurseL). Harusnya dia yang urusan sendiri, kami hanya bantu," jelas Makatita.
Mantan Sekda ini mencontohkan, jika ada warga dari daerah lain mau pindah ke buru Selatan, maka yang bersangkutan harus mengurusnya sendiri di daerah asal. Ia berharap peristiwa tersebut tidak terulang lagi. (Biro BurseL) .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Srikandi Bursel, Anselany Seleky Ambil Formulir Wakil Bupati