Terkait Rencana Eksekusi Gereja Menara Iman, Sinode GPM dan Masyarakat Adat Passo Berkomitmen Melalui Dialog
Pada Senin (3/2), masyarakat adat melakukan aksi unjuk rasa menentang rencana eksekusi gereja tersebut, yang dianggap sebagai aset milik mereka. Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta Elifas T. Maspaitella, dalam pernyataannya kepada awak media, menyatakan bahwa GPM menghargai aspirasi masyarakat adat yang disampaikan melalui aksi tersebut.
Meski demikian, Pendeta Elifas menegaskan bahwa eksekusi tersebut adalah bagian dari putusan hukum yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Agung, yang menegaskan kepemilikan gereja tersebut. "Gereja bukan hanya sekadar bangunan, tetapi simbol persaudaraan dalam iman," ujar Pendeta Elifas. Ia mengajak agar seluruh pihak, terutama jemaat GPM di Passo, untuk bersatu kembali dalam semangat kebersamaan demi membangun pelayanan gereja yang lebih baik.
Pendeta Elifas juga mengklarifikasi bahwa eksekusi yang dimaksud bukan berupa perobohan bangunan gereja, tetapi lebih kepada penegasan kepemilikan gedung sesuai dengan keputusan hukum yang berlaku. Eksekusi tersebut dijadwalkan pada 5 Februari 2025, dan GPM berharap bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan dialog yang membangun. Sementara itu, masyarakat adat Negeri Passo tetap bersikukuh bahwa Gereja Menara Iman merupakan milik mereka dan bukan milik GPM.
Mereka mengancam akan menarik kembali aset-aset GPM yang berada di atas tanah adat mereka jika eksekusi tetap dilaksanakan. Pendeta Elifas pun berharap melalui dialog yang terus dijalin antara pihak gereja dan masyarakat adat, sebuah solusi terbaik dapat ditemukan. βSaya mengajak seluruh jemaat GPM di Passo yang selama ini tidak bergabung, untuk kembali menjadi bagian dari gereja ini.
Dengan begitu, kita dapat merayakan ibadah bersama di gereja yang telah menjadi simbol iman bagi warga Passo,β tambahnya. Upaya mediasi antara kedua pihak ini diharapkan dapat memberikan solusi damai dan menghindari ketegangan lebih lanjut, sehingga pelayanan gereja dan persaudaraan di Negeri Passo dapat terus terjaga dalam semangat harmoni.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Walikota : Esok Pemkot Lantik Raja Laha
Golkar Maluku Gelar Pleno II, Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029
Himapel Dukung Polda Maluku dan Polres KKT Basmikan Koruptor
Jelang Nataru, Disperindag Maluku Gelar Pasar Murah Mobile di Tengah Pandemi Covid 19
Optimalisasi Jaringan 4G, Telkomsel Ambon Edukasi 15 Ribu Pelanggan 3G Migrasi Kartunya