Waieken, Permata Tersembunyi di Pegunungan Fenafafan
Mayoritas penduduk Waieken hidup dari alam. Mereka berkebun seadanya, beternak untuk kebutuhan harian, dan sebagian besar menanam padi gogo—padi kering yang tumbuh di lahan pegunungan. Hasilnya sederhana, tapi cukup untuk makan sehari-hari.
“Kami di sini tanam padi kering untuk makan, ada juga hotong yang kami tanam,” tutur Stn Teslatu, tokoh masyarakat setempat. Namun, di balik kesuburan tanah itu, ada letih yang tersembunyi. Setelah panen, warga masih mengolah padi dengan cara tradisional, ditumbuk menggunakan lasong.
“Kalau abis panen, katong musti tumbu deng lasong, jadi katong tanam seadanya saja par makan,” keluh Teslatu. Harapan serupa diungkapkan J. Biloro, warga lainnya.
Ia bermimpi suatu saat pemerintah memberi dukungan, agar Waieken bisa menjadi penopang pangan daerah. “Kalau ada mesin giling saja pak, katong isi samua lahan ini, bila perlu jadi agenda desa,” ujarnya penuh harap. Mimpi itu bukan sekadar ilusi.
Hi. Said Sabi, anggota DPRD Buru Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, yang berkunjung langsung Selasa lalu, melihat potensi besar yang dimiliki Waieken. “Bukan hanya Waieken, tapi semua desa di Kecamatan Fenafafan punya potensi sama.
Di Desa Mageswain, mereka bahkan minta difasilitasi pembuatan merek dagang produksi beras. Saya sangat mendukung itu,” ungkapnya. Sebagai seorang jebolan pascasarjana pertanian, Sabi menegaskan bahwa Fenafafan bisa menjadi lumbung pangan baru Buru Selatan.
Jika pemerintah serius mengelola potensi ini, Namrole kelak akan memiliki merek beras khas—lahir dari jerih payah masyarakat pegunungan. “Pemerintah harus fokus soal ini, karena dari sini juga bisa lahir sumber pendapatan daerah baru,” tegasnya. Fenafafan adalah hamparan hijau yang menunggu disentuh kebijakan.
Udara sejuk, tanah subur, dan semangat warga yang tak pernah padam—semua sudah tersedia. Tinggal bagaimana pemerintah dan DPRD menjalin kolaborasi, agar desa-desa di pegunungan ini tidak lagi sekadar menjadi cerita, tapi menjelma jadi penopang kedaulatan pangan daerah. -------
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Apresiasi Kesetiaan Pelanggan di Momen HUT ke-27, Gelaran Telkomsel Fest 2022 Hadirkan Pengalaman Digital Terdepan di 4 Kota
Bupati Safitri Prihatin Akibat Covid-19 Bidang Pendidikan Menjadi Terputus
GANN KKT Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Tanimbar Untuk Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba.
DPRD Bantu Pemkot Sosialisasi Vaksin Sinovac Bagi Masyarakat
Upah Buru di Dinas DLHP Belum di Terbayarkan, Sekkot Janji Koordinasi Dengan Dinas Terkait