Ambontoday – Safitri Malik Soulisa Bupati Buru Selatan merasa prihatin dengan adanya pandemi Covid-19 di bidang pendidikan mengakibatkan pembelajaran menjadi terputus.
Rasa keprihatinan itu disampaikan oleh Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Alfario Soumokil saat membuka kegiatan Advokasi Mitigasi Resiko PTM-PHBS Kompetisi Literasi dan Numerasi, berlangsung di aula SMP 7 Namrole, Sabtu (4/9).
Bupati mengatakan, kebijakan PTM terbatas diambil karena sejumlah data menunjukkan bahwa kelompok anak usia sekolah memiliki faktor risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dewasa.
” Kelompok ini juga umumnya memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan kelompok umur lainnya,” jelas Bupati.
Selain itu lanjut Bupati, kebijakan PTM terbatas diambil untuk memulihkan learning lost yang dalam peserta didik selama menjalani belajar dari rumah (BDR) akibat covid-19.
“Akibat covid-19, dibidang pendidikan mengakibatkan pembelajaran terputus,” ujar Bupati prihatin.
Dikatakan, learning loss adalah hilangnya minat belajar peserta didik karena berkurangnya intensitas interaksi antara peserta didik dengan guru pada proses pembelajaran.
“Literacy loss adalah hilangnya mintat membaca pada warga satuan pendidikan terutama peserta didik selama pandemi covid-19,” ujar Bupati.
Lanjut Bupati, salah satu strategi penguatan literasi dan numerasi di kabupaten Buru Selatan adalah, melalui penataan lingkungan fisik, penataan lingkungan sosial, efektif dan penataan lingkungan akademik.
Dikatakan Bupati mengingat hal tersebut, sekaligus mewaspadai virus Corona yang ditengarai dapat bermutasi maka Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen memandang penting untuk mengadakan kegiatan advokasi dan sosialisasi pedoman mitigasi dan risiko perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) literasi dan numerasi.
Jelas Bupati, Dinas Pendidikan Buru Selatan telah melaksanakan beberapa kegiatan yakni,. Pengawalan penerimaan peserta didik baru.
“Persiapan asesmen nasional 2022 untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki sarana dan prasarana,” jelas Safitri.
Tambah Safitri, Dinas Pendidikan Buru Selatan di masa pandemic Covid-19 juga telah melaksanakan program penjaminan mutu pendidikan antara lain, mitigasi risiko aman pembelajaran tatap muka terbatas, edukasi PHBS dan penguatan literasi dan numerasi.
Dari kegiatan yang dilaksanakan ini Bupati berharap menguatnya kordinasi sesuai tugas, fungsi tugas dan wewenang.
Masih jelas Bupati, terpahamnya regulasi mitigasi risiko PTM dan numerasi. Harapnya lagi agar tersusun strategis dan solutif dan terlaksana program kementerian pendidikan dalam hal implementasi literasi dan numerasi dan mitigasi risiko dan edukasi PHBS di Buru Selatan.
“Sosialisasi mitigasi risiko, edukasi PHBS, literasi dan Numerasi. Pendampingan implementasi pedoman mitigasi risiko PHBS dan, pendampingan implementasi pedoman peningkatan kompetensi literasi dan numerasi,” pungkas Bupati Safitri.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Thomas Soulisa dalam laporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang kebijakan Kemdikbud di antaranya, mitigasi resiko PTM, PBHS, kompetensi literasi dan numerasi serta kemitraan bagi pemerintah daerah.
“Adanya pengimbasan kebijakan Kemdikbud bagi satuan pendidikan,’ ujarnya
Dikatakan Papel yang bisa dipanggil ini bahwa, kegiatan ini melibatkan Nara sumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku bidang PAUD dan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Buru Selatan. Pesertanya kata Solissa, para guru yang ada di Buru Selatan.(Biro Bursel)





















