
BurseL Digoyang Gempa Magnitudo 3,1: Alam Berbisik, Warga Diminta Waspada dalam Keselarasan
Ambontoday.com – Fajar belum merekah saat perut bumi menggeliat lembut. Hari Minggu (7/9/2025) pukul 01.27 WIT, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 3,1, berpusat sekitar 14 kilometer utara Namrole dan 55 kilometer barat Ambalau, pada kedalaman 10 kilometer. BMKG menekankan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa kecil ini menjadi alunan alam yang menegur kita agar selalu waspada. Suara tanah yang bergemuruh, meski lembut, adalah nyanyian semesta yang mengingatkan bahwa ketenangan lahir dari kesiapsiagaan.
Jejak Gempa di Masa Lalu: Catatan Alam yang Tak Terlupakan
Wilayah Buru Selatan tak asing dengan keretakan bumi. Sejarah mencatat:
Pada 21 Desember 2024, gempa magnitudo 4,4 mengguncang Namrole, dengan episenter di darat pada kedalaman 7 km. Gempa ini terasa ringan, namun nyata menggoyangkan bendaan di dalam rumah—tanpa laporan kerusakan serius .
Tepat 5 Oktober 2023, gempa magnitudo 5,0 terjadi di laut, 99 km barat daya Buru Selatan pada kedalaman 10 km. Meskipun tidak terasakan secara luas, gempa ini ditegaskan tidak berpotensi tsunami .
Lebih jauh, pengamatan menunjukkan bahwa Buru Selatan termasuk zona aktivitas seismik tinggi. Sejak 1900, setidaknya lima gempa besar di atas magnitudo 7 pernah terjadi di daerah ini .
Bumi sering berbicara lewat getarannya. Dari yang halus hingga yang mengguncang jiwa, semua adalah pengingat bahwa kehidupan ini rapuh dan harus dijaga.
Alam Mengajak: Tetap Tenang, Tapi Jangan Lengah
Dalam setiap bisikan alam ada pesan:
Tenanglah, tetapi jangan lengah.
Edukasi, bukan ketakutan. wargakan diri dengan informasi dari sumber resmi seperti BMKG.
Siapkan jalur evakuasi di rumah, sekolah, tempat kerja—jalur yang bisa diakses saat detik-detik darurat.
Tegakkan solidaritas: saling bantu dan berbagi informasi penting agar kebersamaan menjadi pelindung bersama.
Gempa, entah kecil atau besar, adalah undangan alam untuk refleksi. Maluku, dengan sejarah dan geologinya yang kaya, mengajarkan bahwa kewaspadaan dan gotong royong adalah kekuatan yang tak tergoyahkan. Marilah kita mendengar lirih bisikan bumi, dan merawatnya dengan langkah-langkah penuh hikmat.
[Nar’Mar]




















