Kategori: Kab.KKT

  • Siapa Mau Help?,Terciduk Dugaan Korupsi Terorganisir Pelaku Kesehatan Di Pulau Romang

    Ambon,Ambontoday.com-Maluku Barat Daya merupakan wilayah kabupaten yang terbilang aman dari penyebaran virus Covid 19.Pemerintah daerah MBD bekerja dengan sekuat tenaga untuk mencegah penyebaran virus yang mematikan tersebut. Sangat di sayangkan masyarakat pulau Romang terpaksa harus berada pada lingkaran kepentingan pihak-pihak pimpinan dan pegawai kesehatan yang secara tidak langsung telah melakukan pungli besar-besaran di wilayah pulau Romang yang sangat merugikan masyarakat.

    “Kami harus mengurus surat izin yang dari puskesmas Jerusu yang merupakan satu-satunya pusat pelayanan kesehatan di Kepulauan Romang. Kalau hendak ke kota Kabupaten untuk berurusan maka kami wajib mengantongi surat izin dari Puksesmas Jerusu,surat izin dari kepala desa setempat dan izin dari kantor camat”.Kata Narasumber yang meminta identitasnya di sembunyikan via telp kepada crew Ambontoday.com (26/6/20).

    “Kami sangat awam dengan sejumlah persyaratan yang ada, apalagi kami harus membayar Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah) untuk mendapatkan izin dari puskesmas,Apakah ini benar kalau untuk mendapatkan izin dari Puskesmas kami harus membayar?” tanya Nara Sumber.

    Kami menggunakan uang yang saudara-saudara berikan untuk biaya operasional membeli bensin dan solar karena kita menggunakan mesin non PLN(red-pegawai puskesmas Jerusu) jelas,Nara Sumber.

    untuk mendapatkan izin maka kami di periksa Darah,Timbang berat badan,pemeriksaan denyut jantung.Tentu karena ini merupakan aturan kesehatan maka kami ikuti saja”

    “Puskemas Jerusu merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan di Kepulauan Romang.Seluruh masyarakat Romang yang hendak berurusan ke kota kabupaten wajib mengurus izin tersebut dengan membayar Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah).Saat ini masyarakat kepulauan Romang desa Jerusu,Hila,Solat dan Orlely yang akan bergerak menuju kota Kabupaten untuk mengambil bantuan sosial mereka.
    Maka pasti mereka akan mengurusi sejumlah izin di Puskesmas Jerusu.
    Bisa di bayangkan berapa uang yang mereka kantongi”

    “Sementara di Hila harga Surat izin kesehatan dari puskesmas jauh berbedah dengan Jerusu kalau di Jerusu Rp.10.000(sepuluh ribu rupiah) sedangkan di Hila Rp.30.000 ( tiga puluh ribu rupiah) per orang di tambah dengan biaya makan minum Rp.5000 ( lima ribu rupiah) sangat fantastis” jelas Narasumber asal Hila itu saat di temui(Ambon,26/6/20).

    Untuk mengurus surat izin keluar di Kota Ambon pada kantor Gubernur tidak di bayar apa-apa kecuali membuat surat Rapid-Test.

    Sesuai dengan peraturan Permendagri Nomor 20 tahun 2020 tentang percepatan
    penanganan Virus Covid 19 dengan pemanfaatan APBD untuk membiayai sejumlah hal terkait penanganan Covid 19 di daerah masing,Masyarakat menjadi perhatian penting dalam Permendagri tersebut.
    Hal ini sangat di sayangakan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemda Kabupaten Maluku Barat Daya untuk secepatnya menghentikan proses pungli yang terjadi,Tutup NS.(AT/Paet)

  • Kampus Lelemuku Rumah Edukasi Kebanggan Tanimbar

    Ambon.Ambontoday.com- Sekretaris Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki Olivier Sue,S.Th.,M.Th dan juga di percayakan sebagai ketua Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu pendidikan Saumlaki memberikan ucapan selamat hari jadi untuk Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (red-Kampus Lelemuku) ke 19.

    “Panitia dan seluruh pimpinan mengusung Tema untuk Hari jadi ke 19 Kampus Lelemuku “Kampus Lelemuku sebagai rumah Edukasi Kebanggaan Tanimbar”. Kampus Lelemuku mencoba untuk mejadikan dirinya sebagai rumah yang nyaman dan rumah edukasi untuk masyarakat Tanimbar dan merupakan kebanggaan masyarakat Tanimbar. Kita patut bersyukur kepada almarhum Pdt.Drs.Jordan Alexander Luturyali M.si yang telah berjuang dengan gigih untuk membangun yayasan dan kampus-kampus(Jelas olivier Sue via telp (25/6/20)
    Dirinnya mengulas sejarah pendirian Kampus Lelemuku “pada tahun 2001 beliau membentuk Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki,kemudian pada tahun 2002 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki(STIESA),Tahun 2008 kembali beliau berusah untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki(STIAS),dan pada tahun 2012 mendirikan lagi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki”

    “Tiga sekolah tinggi ini dalam impian pendiri almarhum Pdt.Drs.Jordan Alexander Luturyali M.Si bahwa pada suatu saat perkembangan terjadi maka perjuangan untuk pendirian universitas Lelemuku Saumlaki akan terus di lakukan. Komitmen yayasan dan pimpinan perguruan tinggi untuk terus berjuang adalah peningkatan status untuk menjadi Universitas Lelemuku Saumlaki. Dalam segala persiapan dan kerja keras mereka dimana mereka akan pendirian sekolah tinggi baru dan penambahan program-program studi”,tuturnya.

    “Mereka juga sedang dalam proses pekerjaan dan akan mereka usulkan adalah untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Saumlaki dan penambahan program studi yaitu program studi PGSD dan Program studi pendidikan Bahasa Indonesia.Pimpinan yayasan dan seluruh civitas kampus Lelemuku Saumlaki juga meminta dukungan dari semua pihak untuk sama sama melihat dan membantu untuk mensukseskan seluruh penyelenggaraan pendidikan yang ada di kabupaten kepulauan Tanimbar”

    “Meski dalam pandemi Covid 19 tetapi mereka tetap malaksanaan syukuran HUT ke 19 Kampus Lelemuku tatapi tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada.

    Dirinya berharap, di hari jadi ke 19 Kampus Lelemuku adalah seluruh pimpinan,baik itu pimpinan Yayasan maupun pimpinan perguruan tinggi agar tetap kompak dan tetap bersinergi untuk membangun dunia pendidikan di kabupaten Kepulauan Tanimbar”(AT/Piter Salkery)

  • Konsumsi Kerbau Satu Meninggal Sepuluh Sementara Dirawat, KKT Gempar

    Saumlaki, ambontoday.com – Akibat mengonsumsi daging kerbau Masyarakat Desa Alusi Tamrian Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku terkapar terinfeksi rabies daging Kerbau, satu orang meninggal sementara lima (5) orang harus dirawat di Puskesmas dan enam (6) lain harus di larikan ke Rumah Sakit Magretti Saumlaki Sabtu (20/06/2020).

    Kepada ambontoday.com, Direktur Rumah Sakit Magretti dr. Fully Naunyari Disaumlaki mengakui, ada sebelas (11) orang dari Desa Alusi Batjas kecamatan Kormomolin itu, sementara di tangani oleh medis baik di puskemas maupun di Rumah sakit Magretti.

    “Sebelas orang yang terpapar karena terinfeksi virus dari daging kerbau yg mereka konsumsi, mereka baru rasakan reaksinya (reaktif rabies) satu minggu setelah konsumsi, kini lima pasien dirawat pada puskesmas Kormomolin, untuk enam pasien dilarikan ke Rumah Sakit Margeretti” kata Naunyari.

    Dikatakan juga, enam pasien yang dilarikan kerumah sakit Magretti, kemjngkinan kondisi pasiennya berat maka harus dirujuk dari puskesmas ke Rumah Sakit Magretti Sabtu, (20/06/2020) sehingga pihak RS lansung melakukan tindakan dan penanganan medis, namun satu diantraanya meninggal dunia di RS minggu, (21/06/2020) sementara lima lainnya dalam penanganan oleh para medis, dengan berharap kondisi pasien lainnya bisa segara membaik.

    Diwaktu bersamaan, warga Alusi Batjas yang enggan namanaya dipublikasikan katakan, kerbau yang berabies itu, ketika ditemukan sudah tak benyawah, dan para pasien yang sementara dirawat sekarang adalah pelaku utama untuk memotong kerbau itu untuk dikonsimsi.

    “Saudara kami yang meninggal ini, yang menemukan kerbau itu dihutan dengan kindisi sudah mati, ia pergi memanggil masyarakata lainnya untuk turut bantu memotong, mereka yang sekarang sementara dirawat, jadi besar dugaan mereka terinfeksi pada saat memotong daging kerbau itu” ujarnya

    “Saya berharap mereka yang masih dirawat baik dipuskesmas maupun RS Margaretty cepat pulih dalam penenganan medis ” harapnya. (AT/meky)

  • Srue, Kecerdasan Emosional Fatlolon Dan Jauwerissa Patut Di Pertanyakan

    Ambon,Ambontoday.com-Video yang beredar di media sosial (17/6/20) tentang sejumlah peryataan orang nomor satu kepulauan Tanimbar yang di tujukan kepada seorang anggota DPRD Kepulauan Tanimbar sontak menjadi viral dan menjadi pembahasan hangat di media sosial dan group WhatsApp Kepulauan Tanimbar.

    Oliver Srue,S.Th.,M.Th (Ketua STKIP Saumlaki) akademisi asal kepulauan Tanimbar “menyikapi video yang beredar di kantor DPR kemarin antara Bupati kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon,SH,MH dan Ricky Jauwerissa,Dari sisi kepentingan pemerintahan daerah,semestinya bupati tidak selayaknya mengambil tindakan seperti itu. Ada ruang-ruang tertentu dan pertemuan-pertemuan tertentu, sebagai sarana untuk menjembatani setiap permasalahan, apalagi terkait mutasi pegawai yang merupaian hal teknik, urusan itu bisa saja ditugaskan kepada sekda untuk menyelesaikannya, tidak perlu bupati dengan arogansi nya menyampaikan pernyataan-pernyataan seperti itu via telpon (18/6/20).

    “Kalo di katakan bahwa baru mutasi 2 bulan kemudian mau di mutasikan lagi kemudian di sampaikan bahwa mencederai wibawa pemerintah saya kira itu merupakan kewenangan bupati sebagai pembina kepegawaian”

    “Bagi saya, mau satu bulan atau satu haripun itu kewengan Bupati, karena ada beberapa pejabat yang baru saja di lantik kemudian di nonjobkan di mutasikan kan tidak jadi masalah dan tidak pernah di sampaikan oleh bupati bahwa menginjak wibawah pemerintahan”,jelas Srue.

    “Kita tahu dan saya sangat salut untuk Bupati Kepulauan Tanimbar yang selalu menjaga etika dan kesantunan dalam berkomunikasi tetapi kemarin berbanding terbalik, saya merasa bahwa patut di pertanyakan kecerdasan emosional beliau”

    “Pernyataan asli tanimbar bukan Tanimbar, ini pernyataan yang seakan mau mengkotak-kotakan masyarakat, mengingat Tanimbar itu didiami oleh penduduk yang berasal dari daerah yang berbedah-bedah tujuannya adalah membangun perekonomian Tanimbar,sehingga Bupati sebagai pejabat publik tidak boleh lagi mengeluarkan pernyataan seperti itu,mestinya Bupati mengeluarkan pernyataan yang bertujuan untuk menyatukan semua elemen masyarakat. Dari mana pun mereka berasal ketika mereka telah memiliki Kartu Tanda Penduduk(KTP) Tanimbar maka mereka juga orang Tanimbar.Terkait pernyataan tersebut bupati kepulauan Tanimbar harus mengklarifikasi pernyataan tersebut sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat”

    “Seorang pejabat publik harus menjaga etika komunikasi dalam ruang seperti itu tidak secara emosional dan tidak menyatakan pernyataan-pernyataan seperti itu, karena sangat di sayangkan seorang pejabat publik bertindak seperti masyarakan biasa. Apapun kesalahan warga dan masyarakatnya harus ada ruang dan waktu yang tepat tegura,antara bapa dan anak. Ada mekanisme birokrasi beliau dapat menyampaikan lewat surat sehingga dapat menjawab permintaan yang bersangkutan” tandas Srue.

    Banyak ASN yang bukan berasal dari tanimbar tetapi mereka mengabdikan diri dengan tulus untuk membangun Tanimbar,pernyataan saya Tanimbar seakan-akan menunjukan bahwa hanya orang Tanimbar yang bisa membangun daerah ini”

    “Apalagi dengan akan beroperasinya INPEX blok Masela? Saat perusahan ini beroperasi banyak orang dari luar yang datang bukan merupakan orang Tanimbar”

    “Saya kira bupati tidak boleh lagi menyatakan pernyataan Tanimbar dan bukan tanimbar”

    Dirinya memberikan beberapa solusi konkrit bahwa pejabat publik harus menjaga etika komunikasi karena setiap pernyataan dari seorang pejabat publik bisa berpotensi hukum dan menjadi pegangan bagi masyarakat sehingga pernyataan-pernyataan yang di keluarkan telah melalui pengkajian dan analisis yang matang.Menjaga etika komunikasi dan kecerdasan emosional tetap di jaga kalau ada hal-hal yang berhubungan dengan birokrasi maka di arahkan ke Baperjakat.Sehingga Baperjakat dapat di fungsikan.

    Srue berharap, Ricky Jauwerissa juga tetap menjaga etika komunikasi dan menjalankan tugas sebagai wakil Rakyat sesuai dengan tugas dan fungsi karena lembaga DRPD dan Pemerintah daerah adalah mitra kerja sehingga proses-proses komunikasi pun tetap dijaga. Kepentingan rakyat yang perlu di utamakan jangan ada kepentingan pribadi dan kelompok.

    “Lembaga DPRD dan Pemerintah daerah memprioritaskan kepentingan rakyat kepulauan Tanimbar agar kesejahteraan,kemakmuran dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar”

    “Bupati Kepulauan Tanimbar menyatakan bahwa menjaga kewibawaan pemerintah deaerah maka DPRD kepulauan Tanimbar harus solid untuk menjaga citra dan marwa lembaga DPRD. Ke-25 orang anggota DPRD itu bersifat kolektif kolegial sehingga keputusan-keputusan lembaga perlu dijaga karena berhubung dengan nama baik lembaga, tuturnya.

    Para anggota DPRD kepulauan Tanimbar telah melakukan on the spot secara kompak oleh anggota DPRD secepatnya dapat membuahkan hasil karena rakyat sedang menunggu apa sikap dan langkah yang diambil oleh Lembaga DPRD berkaitan dengan Hasil on the spot tersebut, bukan sibuk untuk mengurus masalah teknis, tutup Srue.(AT/Paet)

  • Apa Fatlolon Tipe Bapa Sayang Anak

    Saumlaki, ambontoday.com – Diduga perusahaan PT. Putra Tanimbar Sejatra ada perusahaan yang mempuanyai hubungan dekat antara pimpinan perusahaan dengan Bupati Petrus Fatlolon, terlihat ketika Fatlolon melakukan klarifikasi terkait pekerjaan jalan Sofyanin – Romean.

    Piter Luturmas, kepada ambontoday.com fia telepon selulernya, Selasa, (17/6/2020) katakan, langka yang diambil Bupati terkesan bahwa ada skenario besar dibalik pekerjaan jalan Romean – Sofyanin Kecamtaan Yaru mulai ditampilkan kepublik.

    “Saya bingung kok pa Bupati berikan klatifikasi, Kepala Dinas (Kadis) dan kontraktor memilih diam, ini yang namanya bapa sayang anak mungkin” kata Luturmas.

    Luturmas menilai Kasus jalan trans di Kecamatan yaru adalah sebuah lakon sinetron yang diperankan oleh aktor Utama agar tidak terkuak modus peran aktornya.

    Ia meminta agar Kasus ini harus masuk di Rana Hukum supaya kasus tersebut bisa
    mendapat titik terang benderang, sehingga pihak lain tidak dapat dikorbankan.

    Saat hering di kantor DPRD KKT Balum lama ini.Wakil Ketua II Riky Jewarisa mendorong agar Kasus proyek Jalan Romean Sofyanin ini dapat di dorong ke Rana Hukum agar dapat memberikan Efek jera bagi para pelaku yang sengaja menelantarkan Proyek yang menelan anggaran milyaran rupia tersebut.

    Selanjutnya Jewerisa mengatakan masyarakat di Kecamatan yaru tersebut dari sisi manfaat jalan itu sudah tidak dirasakan, padahal anggarannya cukup besar dan sudah di cairkan 100% padahal progres kerjanya baru lima persen, ini benar benar memalukan sehingga kasus ini perlu di serahkan kepada aparat Penegak Hukum.

    “Masalah proyek jalan Romean – Sofyanin ada baiknya diarahkan untuk tempuh jalur hukum, sehingga para aktornya secepat diproses secara hukum, baik dari dinas terkait maupun kontraktor dan aktor lainnya dibalik pencairan 100 persen proyek tersebut namun progres dilapangan baru lima persen. (AT/meki)

  • Himapel KKT-Ambon Terima Bantuan Langsung Tunai Dari Pemda Kepulauan Tanimbar Sebesar Dua Ratus Sembilan Belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah

    Ambon,Ambontoday.com-Penyerahan bantuan tunai dari Pemda Kepulauan Tanimbar kepada 730 mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ambon (HIMAPEL KKT-Ambon).Bantuan yang di serahkan langsung oleh Ketua Dewan Pembina HIMAPEL KKT-Ambon Wensislaus Kelbulan,S.Sos.,M.Si. Penyerahan uang sebesar Rp.219.900.000(Dua Ratus Sembilan belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah).

    “Hari ini saya menyerahkan bantuan dari Pemda Kepulauan Tanimbar sebesar Rp.219.900.000(Dua Ratus Sembilan belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah). untuk Mahasiswa kepulauan Tanimbar kepada HIMAPEL kemudian akan di serahkan kepada 733(Tujuh Ratus Tiga Puluh Tiga) mahasiswa sebagai penerima”

    “Penerima bantuan tunai dari Pemda Kepulauan Tanimbar berdasarkan data yang di kirimkan oleh Himapel KKT-Ambon
    berjumlah 734 Mahasiswa namun setelah diferifikasi oleh Pemda KKT terkonfirmasi hanya 733 mahasiswa yang mendampat,entah apa yang menyebabkan 1 orang mahasiswa tersebut tidak terakomodir,untuk hal ini kami sementara melakukan koordinasi dengan pemda Kepulauan Tanimbar.
    Dari jumlah uang sebesar Rp.219.900.000 (Dua Ratus Sembilan belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) ini akan di berikan kepada mahasiswa Rp.300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) per orang.
    Wens berharap bantuan ini tersalurkan kepada mahasiswa berdasarkan data yang dan tidak diperkenankan pengambilan bantuan diwakilkan oleh keluarga dan kerabat karena sebagai Ketua Dewan Pembina HIMAPEL saya sudah menyampaikan ke HIMAPEL untuk bekerja secara profesional dan menjaga kepercayaan dari Pemerintah daerah Kepulauan Tanimbar”

    “Setelah ini HIMAPEL KKT-Ambon akan membuat LPJ (red-Laporan Pertanggung Jawaban) kepada Pemda Kepulauan Tanimbar terkait bantuan ini”, tuturnya.

    “Ini uang rakyat di diberikan untuk kita ,kita merupakan rakyat Kepulauan Tanimbar untuk itu memang benar sekali kalau Pemda Kepulauan Tanimbar membantu mahasiswa di Ambon yang terkena dampak Covid 19”

    “Di tempat sama ketua Himapel KKT-Ambon Niko A Saulahirwan,SH menyampaikan kami akan kerja dengan benar untuk mendistribusikan bantuan ini tepat sasaran,bagi penerima bantuan kami pastikan akan mendapatkan hak-hak mereka sesuai dengan data yang kami miliki.Kami menyampaikan terima kash untuk Pemda kepulauan Tanimbar karena telah menyentuh kami dengan bantuan sebesar Rp.219.900.000(Dua Ratus Sembilan belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah)”
    Kami akan mendistribusikan bantuan ini dalam 3 hari mulai terhitung 13 Juni 2020 sampai 15 Juni 2020 sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh pengurus HIMAPEL-KKT-Ambon.

    “Kiranya Pemda kepulauan Tanimbar dapat membantu mahasiswa asal kepulauan Tanimbar yang berada di daerah yang lain”

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kepulauan yang telah membantu kami untuk melengkapi sejumlah kebutuhan.Bantuan ini sebagai wujud pemerintah daerah kepulauan Tanimbar,Tutup Edwin Temmar.(AT/Paet)

  • Wensislaus Kelbulan Figur Hebat Yang Selalu Setia Mendampingi Mahasiswa Dan Pemuda KKT-Ambon.

    Perayaan Hari Lahir Himapel KKT Ambon ke 10. Semenjak berdiri 12 Juni 2010 hingga telah mencapai usia ke 10 Tahun pada tahun 2020 ini.Hari Lahir itu di rayakan dengan ibadah pengucapan syukur yang di hadiri oleh Ketua Pembina Himapel KKT-Ambon Wensislaus Kelbulan,S.Sos.,M.Si dan Staf Ahli Piter Titirloloby.Ibadah yang di laksanakan pada Posko Covid 19 Himapel KKT-Ambon. Nama Pa Wens (red-akrab di sapa) beliau merupakan seorang figur dan tokoh yang tak pernah sedikitpun lalai dalam memperhatikan keberadaan mahasiswa di kota Ambon.Wens mempunyai ciri khas sederhana,penuh dedikasi,inspiratif dan layaknya orang tua untuk mahasiswa dan pemuda di kota Ambon.

    “Dalam menyampaikan sambutannya seusai ibadah Wensislaus Kelbulan,S.Sos.,M.Si menyampaikan Apresiasi kepada pengurus HIMAPEL KKT -Ambon.Walaupun di Landa pandemi Covid
    Pengurus HIMAPEL harus tetap kuat dan semakin berkarya untuk menjawab tujuan baik besar masiswa dan Pemuda”,(13/6/20).

    “Tetap semangat dan terus bergerak untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan pemuda Tanimbar”

    “Tanggal 16 saya sudah berangkat ke tempat tugas yang baru Manukuari Papua.Tetapi istri dan anak saya Masi berada di Ambon walaupun berada pada waktu dan jarak tetapi bukan menjadi kendala”

    “Semoga ke depan nanti semua pengurus bisa turut hadir dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang di lakukan oleh Himapel KKT-Ambon,Tutupnya.(AT/Paet)

  • GMKI KepulauanTanimbar Turut Serta Dalam Bhakti Sosial Moro Cakra Peduli Alumni Akabri Angkatan Laut

    Ambon-Ambontoday.com-Kamis, 11 Juni 2020. Bertempat di Mako LANAL Saumlaki, Alumni Akabri Angkatan Laut (AAL) 44 Tahun 1998 kembali melaksanakan Bhakti Sosial. Komandan Pangkalan TNI AL Saumlaki Letkol Laut (P) Hartanto,. M.Tr.Hanla yang merupakan Alumni Akabri Angkatan Laut (AAL) 44 Tahun 1998 melakukan Pembagian Paket Sembako dan Masker Kain, kali ini bersama-sama dengan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Saumlaki dengan mengusung Tema : “Moro Cakra Peduli”. Adapun Paket Sembako dan Masker Kain telah disediakan oleh Alumni Akabri Angkatan Laut (AAL) 44 Tahun 1998 untuk dibagikan kepada Mahasiswa/i yang terkena dampak Covid-19.

    Via telp Lukas Samangun Ketua BPC GMKI Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyampaikan “GMKI Cabang Saumlaki telah menginventarisir beberapa kelompok mahasiswa yang sangat membutuhkan bantuan ini. Mereka adalah para mahasiswa perantauan yang membutuhkan bantuan bantuan sembako dikarenakan orangtua mereka di daerah turut terdampak pandemi, dimana pekerjaan sehari-hari orangtua mereka terganggu akibat wabah. Mereka juga diberikan masker kain untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Pemerintah”,(12/6/20).

    “Saya mewakili mahasiswa/i yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada Alumni Akabri Angkatan Laut (AAL) 44 Tahun 1998 Yang Sudah membantu para mahasiswa/i perantauan yang ada di daerah Ini. Mereka terlihat sangat senang saat mendapatkan bantuan sembako dan Masker ini.

    Lukas menambahkan, “Bantuan sosial ini disalurkan kepada mahasiswa yang kurang Mampu. Di tengah situasi pandemi ini, semua pihak harus saling bergotong-royong untuk meringankan beban masyarakat. Langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 harus didukung, agar kita bisa bersama-sama bisa sehat dari pandemi covid-19 ini.”

    “Kami mengapresiasi Alumni Akabri Angkatan Laut (AAL) 44 Tahun 1998 yang telah ikut bergotong-royong bersama kami untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya para mahasiswa/i yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Di masa keadaan darurat kesehatan masyarakat ini, jangan sampai ada satu orang pun yang ketinggalan. Semua harus mendapat perhatian sebagai saudara sebangsa dan setanah air;” jelasnya.

    BPC GMKI – Saumlaki Meminta Trimakasih Sebesarsar Besarnya Kepada Ketua Yayasan Kampus Lelemuku, Dan Ketua” Sekola Tinggi STIESA, STIAS & STKIPS, Dan Juga Ketua yayasan STIMASS yang mana Suda Membantu Pinjam Pakai Ruangan Untuk Melaksanakan Kegiatan tersebut,Tutupnya (AT/Paet).

  • Andre dan Virgia,Bantu 119 Casis Asal Kepulauan Tanimbar

    Ambon,Ambon today.com
    Bantuan yang diterima oleh HIMAPEL KKT-Ambon untuk 119 casis asal Kepulauan Tanimbar dari Bpk.Andre JW Taborat dan ibu Virgia Andrea Werembinan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kepulauan Tanimbar.Bantuan Sembako 100 karung beras Neto 5kg (red-berat bersih) dan 20 kartun Indomie yang di khususkan untuk membantu para Casis untuk dapat mengurangi beban ekonomi mereka beberapa hari ke depan.

    Kami sangat berterima kasih kepada Bpk.Andre JW Taborat dan ibu Virgia Andrea Taborat untuk empatinya terhadap mahasiswa dan pemuda asal Tanimbar di Kota Ambon.Tentu ini bukan bantuan pertama.Masi hangat dalam ingatan saya bahwa beliau terus menanyakan kami kondisi kami di kota Ambon bersama dengan para Casis.
    Terakhir kami terkonfirmasi via telp (11/6/20) “Bagaimana kondisi dan keadaan ade-ade mahasiswa dan 119 Casis di Ambon dan esok hari lahir Himapel yang ke 10 kan ?tanya Andre.
    “Saya dan Virgia akan mencoba untuk membantu berupa sembako yang akan disalurkan untuk 119 Casis”,Lanjutnya.

    “Lebih dekat dihati dan menyentuh sampai ke sumsum kami karena sudah seperti orang tua”.Jelasnya

    Bagi kami Himapel Pa Andre sudah seperti orang tua karena empati dan simpati yang tidak bisa di pungkiri.Arti kepemimpinan yang melayani rakyat di ajarkan bagi kami lewat sikap beliau yang selalu tergerak hati untuk membantu kami.
    Kami Himapel punya keluarga baru lagi yakni keluarga Werembinan” tutur Niko ketua Himapel KKT-Ambon saat ditemui,(12/6/20)

    Di tempat yang sama ketua Casis Kepulauan Tanimbar Fredik Rahanwati
    “Kami 119 Casis asal Kepulauan Tanimbar yang masi terisolasi di kota kurang lebih 3 bulan ini menyampaikan terima kasih yang mendalam untuk Bpk.Andre JW Taborat dan Ibu Virgia yang telah membantu kami karena selama ini kami para Casis belum pernah mendapatkan bantuan sembako dari pihak manapun.
    Kami tak lupa kebaikan Keluarga Werembinan untuk kami.Semoga kelak nanti kita dapat di pertemukan dalam kondisi dan waktu yang bisa memungkinkan kami untuk membantu Bapa dan ibu.Kami tak lupa,Tandas Rahanwati.(AT/Paet)

  • Covid-19 di Maluku Tembus 329 Kasus

     

    Ambon, Ambontoday.com– Kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan di Maluku, dari sebelumnya 315 kini menjadi 329 kasus. Penambahan 14 kasus berasal dari kota Ambon, yaitu “EM”, perempuan, 58 tahun, “UZB”, perempuan, 17 tahun, “EH”, laki-laki, 41 tahun, asal Kota Ambon, “MM”, perempuan, 54 tahun, “VNM”, laki-laki, 34 tahun, “EL”, perempuan, 48 tahun, “BO”, perempuan, 24 tahun, “PN”, laki-laki, 18 tahun. Kemudian “MR”, perempuan, 32 tahun, “SB”, laki-laki, 35 tahun, “MA”, laki-laki, 3 tahun, “AA”, perempuan, 27 tahun, “SIA”, laki-laki, 11 tahun, “FL”, perempuan, 30 tahun (meninggal dunia).

    “Dengan penambahan ini maka terkofirmasi Covid-19 di Maluku mencapai 329 kasus, 89 kasus sembuh dan sembilan kasus meninggal dunia, tambaham satu kemari “FL”, perempuan, 30 tahun, dan 231 kasus masih dalam perawatan. Untuk penomoran tambah 14 kasus ini akan diumumkan kemudian hari,”ujar Gubernur, Murad Ismail dalam keterangan pers, di kantor Gubernur, rabu (10/6/2020).

    Menurutnya, peningkatan kasus dikarenakan masyarakat tidak lagi menggangap Covid-19, sehingga tidak menerapkan protokol kesehatan.

    “Saya lihat perkembangan akhir-akhir ini Covid-19 tidak dianggap lagi, sehingga membuat perkembangan corona agak meningkat. Selain itu dikarenakan telah memasuki hujan. Mungkin akibat satu bulan ini hujan terus, jadi Covid-19 paling senang di daerah bersuhu dingin,”ujarnya.
    Ditambahakan, peningkatan kasus ini bukan hanya terjadi di Maluku, tetapi juga di Jakarta Jawa Tengah, Jawa Barat dan daerah lainnya.

    “Kalau kita lihat peningkatannya pesat. Bisa jadi setelah kasus Covid-19 naik, kemudian alami penurunan terus selesai, atau naik terus, karena kita sudah tidak lagi mengikuti anjuran pemerintah,”ungkapnya.
    Untuk itu, orang nomor satu di bumi raja-raja ini tak henti-henti mengajak seluruh masyarakat Maluku, agar jangan lengah, terus mengikuti dan mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap dirumah. Jika terpaksa keluar rumah harus menggunakan, jaga jarak, sering cuci tangan serta selalu berdoa supaya wahab ini cepat berlalu.

    “Jadi ikuti anjuran pemerintah biar Covid-19 tidak bertambah, sembuh memang tambang banyak tetapi.positif juga mengalami peningkatan,”pintanya.
    Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 32 orang, tersebar di Ambon 27 orang, Maluku Tengah tiga orang, dan SBT dua orang.
    Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 46 orang, tersebar di Ambon 31 orang, Maluku Tengah 11 orang, SBB dua orang, SBT dua orang.
    Sedangkan 16 kasus penambahan 9 Juni sesuai penomoran, yaitu Kasus 300: “HT”, perempuan, 30 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 301: “LU”, perempuan, 19 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 302: “DR”, laki-laki, 61 tahun, asal Kabupaten Maluku Tengah, Kasus 303: “RL”, perempuan, 37 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 304: “DK”, laki-laki, 39 tahun, asal Kabupaten Buru, Kasus 305: “MO”, perempuan, 20 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 306: “YM”, perempuan, 61 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 307: “RS”, laki-laki, 46 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 308: “ML”, perempuan, 33 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 309: “RS”, perempuan, 33 tahun, asal Kota Ambon.

    Kasus 310: “BN”, laki-laki, 52 tahun, asal Kota Ambon, Kasus 311: “HB”, laki-laki, 20 tahun, asal Kabupaten Buru, Kasus 312: “AA”, laki-laki, 33 tahun, asal Kabupaten Buru, Kasus 313: “LR”, laki-laki, 36 tahun, asal Kabupaten Buru, kasus 314: “KM”, laki-laki, 33 tahun, asal Kabupaten Maluku Tengah, Kasus 315: “NS”, perempuan, 50 tahun, asal Kabupaten Maluku Tengah.

    Sedangkan kasus 301 “LU”, perempuan, 19 tahun, sebelumnya terdata sebagai kasus pertama di KKT dialihkan ke Ambon, karena selama ini berdomisili dan terpapar di Ambon, walaupun KTP-nya Saumlaki. (AT-009)