
AmbonToday.Com – Namrole – Dugaan aliran dana jumbo senilai Rp.5,2 miliar dan tambahan Rp.300 juta yang tidak jelas rimbanya mengguncang DPRD Buru Selatan (Bursel). Fraksi Persatuan Pembangunan Bangsa (PPB) yang terdiri dari politisi Partai Perindo, Bernadus Wamese, dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa, La Ary Wally, kini angkat bicara lantang.
Mereka menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri pengalihan dana miliaran rupiah yang semestinya berasal dari gaji ASN dan P3K. Dana itu diketahui dialihkan dari Bank Maluku-Maluku Utara ke bank swasta milik Sonny dan Chay Waplau, yakni BPR Modern Express (Modex) Cabang Namrole.
> “Ini bukan sekadar soal angka. Ini soal amanah yang tak boleh dikhinati. Rakyat tidak bisa dibiarkan hidup dalam tanya yang tak dijawab,” ujar La Ary Wally tegas.
Tak hanya itu, sorotan juga tertuju pada aliran Rp.300 juta yang diklaim telah disetor BPR Modex ke Pemkab Bursel, namun tidak pernah tercatat dalam dokumen pertanggungjawaban APBD.
> “Atas nama Fraksi PPB, kami mendukung penuh pembentukan Pansus untuk menelusuri dana Rp.300 juta yang tak pernah tercatat di Pendapatan Asli Daerah sejak 2022,” katanya, Selasa (5/8) malam.
Ary Wally, politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Buru Selatan ini menegaskan bahwa kehadiran Pansus adalah keharusan moral dan konstitusional.
> “Pansus ini harus ada supaya kebobrokan pengelolaan keuangan daerah bisa diungkap secara terang benderang, sebagaimana pertanggungjawaban atas amanah rakyat,” tegas mantan Pengurus Pusat PMII itu.
Ia juga menyoroti tidak adanya keterlibatan DPRD sejak awal kerja sama antara Pemkab Bursel dan BPR Modex. Padahal, sesuai Permendagri Nomor 22 Tahun 2020, setiap kerja sama yang berdampak fiskal harus melalui persetujuan legislatif.
> “Sejak kapan lembaga legislatif kita dihormati? Bahkan dalam urusan sebesar ini, kita sama sekali tidak dilibatkan. Ini bukan sekadar kesalahan prosedural, ini bentuk pembangkangan terhadap demokrasi,” sesalnya.
Dalam nada yang penuh semangat kebangsaan, Ary menyerukan kepada seluruh anggota DPRD Bursel agar meninggalkan ego politik demi membongkar kegelapan yang lama tertutup kabut misteri.
> “Mari kita jernihkan hati dan pikiran. Tempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Jika ada yang disembunyikan, biarlah kita yang menyingkapnya untuk rakyat,” serunya tajam.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Bupati Bursel La Hamidi belum memberikan tanggapan atas pemberitaan ini.
[Biro BurseL ]
.




















