Dapat Bantuan 100 Hektar Tanaman Kakao, Kadistan Maluku Apresiasi Kepemimpinan HL-AV

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon.- Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Provinsi Maluku, DR. Ilham Tauda mengapresiasi kunjungan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa ke Desa Namto, Kecamatan Seram Utara, dalam rangka meninjau secara langsung lokasi persiapan lahan yang akan dijadikan sebagai sentra pengembangan tanaman Kakao yang merupakan bantuan pemerintah Pusat.

Hal ini disampaikan Tauda kepada Wartawan di ruang kerjanya, Kamis 25 Juli 2025.

Menurutnya, Maluku memiliki sejumlah potensi dalam hal komoditi perkebunan selain Pala, Cenkeh dan Kelapa ternyata Kakao juga merupakan salah satu primadona yang dapat dikembangkan untuk dijadikan salah satu komoditi unggulan bagi para Petani.

Menurutnya, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir lewat kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa (HL) dan Wagub Abdulah Vanath (AV) Provinsi Maluku baru pernah mendapatkan bantuan Kakao dari pemerintah pusat dan dari 200 hektar yang direncanakan Maluku mendapat 100 hektar.

‎”Kita berterimakasih karena lewat kepemimpinan Gubenur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubenur Abdulah Vanath, Maluku mendapat bantuan bibit tanaman Kakao seluas seratus hektar.

Karena ini baru awal setelah mendapatkan persetujuan dari pak Gubernur dan Wakil Gubernur kita arahkan kepada sentra pengembangan Kakao di Desa Namto di Seram Utara.

Kenapa Desa Namto, karena memang selama ini sudah ada sejumlah petani Kakao di sana hanya saja jumlah produksi mereka masih sedikit karena kurangnya bibit,” jelas Tauda.

Dirinya mengatakan, dengan adanya bantuan bibit sebanyak 100 hektar ini maka kita fokuskan untuk menjadikan Desa Namto di Seram Utara sebagai sentra pengembangan Kakao.

Dalam pelaksanaan nanti, Dinas Pertanian akan terus melakukan pendampingan secara melekat terhadap para petani di sana, sehingga apa yang kita rencanakan bisa kita wujudkan.

Baca Juga  Peringati Hardiknas,  Walikota Dorong Pentingnya Merdeka Belajar

‎”Kita juga berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) yang juga telah menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan sentra pengembangan tanaman Kakao di Desa Namto.

‎Mereka (BI) akan mensupport dari sisi pendampingan, pelatihan para petani dan akan mendatangkan expert.

‎Jadi pelatihan dan pendampingan itu meliputi cara budidaya sampai cara mengelola hasil Kakao itu sendiri,” ungkap Kadis Pertanian.

Tauda bilang, Bibit yang akan didatangkan ini adalah benih bibit unggul yang berasal dari Jember. Dan rencananya pada bulan November hingga Desember nanti sudah dimulai musim tanam.

‎Biasanya kalau di hitung dari pasca musim tanam maka, sekitar 3 sampai 4 tahun kedepan tanaman Kakao ini sudah bisa dipanen.

‎Dan yang paling menguntungkan para petani nantinya, kalau tanaman Kakao ini sudah sampai masa produksi maka, setiap minggu itu Petani bisa memanen hasilnya.

‎Untuk itu, Para petani yang ada di sana akan memperoleh penyuluhan serta pelatihan bagaimana cara merawat tanaman Kakao ini sampai masa produksi, tutup Ilham Tauda. (AT)

Berita Terkini