Saumlaki, ambontoday.com – Pelaksanaan Ujian Sekolah pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seantero Kabupaten Kepulauan Tanimbar, agenda tahunan pendidikan ini diselenggarakan secara serempak, namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Eko Prasetio memilih membuka secara simbolis Ujian Sekolah di SMP Negeri 3 Tanimbar Utara (Tanut) Desa Keliobar.
Prasetio memilih SMPN 3 Tanut dikarenakan, Sekolah yang berlokasi pada perbatasan NKRI dan Australia itu, menggelar Ujian Sekolah Berbasis Online (UNBO). Dengan keberanian dan kemampuan yang ada pada Kepala Sekolah dan Para dewan guru yang membuat sehingga dirinya tertarik untuk membuka Ujian Sekolah Sekabupaten Kepulauan Tanimbar pada tingkat jenjang pendidkan SMP, maka SMPN 3 Tanut yang berada du Desa Keliobar jadi fokusnya.
“Saya mengatasnamakan Pemerintah Daerah Pa Bupati dan Ibu Wakil Bupati, mengapresiasi Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Online yang diselenggarakan oleh Kepala Sekolah dan Dewan Guru SMPN 3 Tanimbar Utara, dan sangat bangga atas dedikasi yang sangat luar biasa yang diambil dan dilaksanakan,” ujar kadis dalam acara pembukaan Ujian Sekolah di SMPN 3 Tanut, Desa Keliobar, Senin (19/5/2025).
Dikarakan juga, Ujian Sekolah Berbasis Online yang dilakukan oleh SMPN 3 Tanut itu, merupakan satu langkah maju untuk beradaptasi dengan kemajuan Pendidikan di Era Digital.
“Melalui USBO ini, semoga dapat dilaksanakan dalam Asesmen Akhir Semester bagi Kelas 7 dan 8,” harapnya.
Kadis dalam mengagumi pitensi dan kemampuan Kepsek dan dewan guru SMPN 3 Tanut itu, maka dirinya menghimbau sekaligus meminta kepada semua Sekolah yang ada di Tanimbar, belajar dari guru-guru yang ada di Desa Keliobar, agar mampu untuk melakukan USBO dan mampu mengikuti perkembangan didunia global saat ini, dengan mengembangkan literasi digital mulai dari Sekolah.
“Saya sangat yakin, bahwa semua peserta ujian akan berhasil dengan peringkat yang baik dan luar biasa, karena dilihat dari guru-guru yang sangat luar biasa dan berpotensial,” motivasi Kadis bagi peserta ujian pada SMPN 3 Tanut Desa Keliobar.
Disis lain, Kepala Sekolah Joseph Warditty, S.Pd, katakan, dengan kondisi sarana prasarana yang kurang namun pihaknya bersama para guru mampu untuk menyelenggarakan USBO dengan.
“Gedung komputer atau laboratorium tidak ada namun kami gunakan ruang kelas, untuk komputer, kami menggunakan 45 Unit Kromebook Sekolah (bantuan kementrian dan Pemerintah Daerah KKT-red), dan untuk internet, kami pihak sekolah melakukan pengadaan starling melalui Alokasi dan BOSP,” jelas Kepsek.
Guna memperlancar semuanya, tidak luput dari peran seorang Proktor yang mempunyai berbagai pengalaman dan kemampuan serta loyalitas yang tinggi untuk membangun pendidikan dari sisi literasi digital.
“Ujian Sekolah berbasis Online adalah langkah Sekolah untuk memotivasi Peserta Didik meningkatkan Literasi Digital di Era Digitalisasi, yang dimulai dari ujung perbatasan NKRI – Australia untuk Indonesia,” tegas Proktor Sony Key, S.Pd.Gr. putra asli Desa Keliobar “Urutan”. (AT/BT)



















