Di Bawah Kepemimpinan Bupati La Hamidi, Pendidikan di Kabupaten Buru Selatan Terpuruk

Spread the love

Di Bawah Kepemimpinan Bupati La Hamidi, Pendidikan di Kabupaten Buru Selatan Terpuruk

AmbonToday.Com – Namrole – Dunia pendidikan di Kabupaten Buru Selatan kian terpuruk di bawah kepemimpinan Bupati La Hamidi. Berbagai persoalan muncul tanpa solusi, mulai dari polemik pergantian kepala sekolah yang sarat kepentingan politik, hingga keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar yang belum mampu dijawab pemerintah daerah.

Di Desa Waelo, penolakan terhadap Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Fena Fafan menjadi bukti nyata keresahan masyarakat. Pemerintah desa, tokoh adat, dan orang tua murid secara terbuka menolak penempatan Guru Eko sebagai kepala sekolah, dengan alasan lebih mengutamakan kepentingan politik ketimbang kualitas pendidikan. Mereka tetap bersikeras mempertahankan kepemimpinan Ibu Stans Lesnussasih yang dinilai berkompeten.

“Dengan tegas kami menolak Guru Eko sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Waelo. Kami masih mempertahankan Ibu Stans Lesnussasih,” tulis pernyataan sikap warga di depan sekolah.

Fenomena ini hanyalah satu dari sekian banyak masalah pendidikan di Buru Selatan. Rotasi kepala sekolah diduga kuat bukan lagi berdasarkan kinerja dan kompetensi, melainkan adanya intervensi politik praktis. Sejumlah kepala sekolah yang dianggap berhasil justru digeser tanpa alasan jelas.

Selain persoalan kepemimpinan sekolah, keterpurukan pendidikan juga tercermin dari kondisi sarana prasarana yang memprihatinkan, keterbatasan tenaga pendidik, serta kebijakan daerah yang kerap membebani guru dan ASN. Kerja sama pemerintah dengan pihak bank bahkan sempat menimbulkan keresahan karena dinilai lebih merugikan daripada menyejahterakan para tenaga pendidikan.

Kekecewaan publik terhadap kepemimpinan La Hamidi pun kian membesar. Pemerhati pendidikan menilai bahwa di bawah kepemimpinannya, dunia pendidikan di Buru Selatan berjalan tanpa arah. “Pendidikan adalah fondasi pembangunan. Jika terus dijadikan arena politik, maka yang dikorbankan adalah masa depan anak-anak Buru Selatan,” tegas salah seorang praktisi pendidikan di Namrole.

Baca Juga  Selsily Beri Makanan Tambahan untuk PAUD/TK Sinar Leksula

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera melakukan pembenahan serius. Tanpa langkah konkret, keterpurukan pendidikan ini dikhawatirkan akan melahirkan generasi yang kehilangan daya saing dan mengancam masa depan Kabupaten Buru Selatan.

[Nar’Mar]

Berita Terkini