
Dugaan Penganiayaan Anak di BurseL, Warga Desak Polisi Proses Hukum PelakuNamrole, Ambontoday.com — Sebuah rekaman video yang beredar luas di sejumlah grup media sosial Buru Selatan mengejutkan publik. Video tersebut diduga memperlihatkan seorang anak di bawah umur, Fatar (5) menjadi korban penganiayaan oleh ibu rumah tangga berinisial MB, warga Desa Air Ternate, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan.Korban, yang merupakan anak dari Akbar Soulisa, mengalami luka dan pembengkakan pada bagian kepala, tangan, serta memar pada area sensitif. Bahkan, pihak keluarga menyebutkan bahwa hingga hari ini telinga korban masih mengeluarkan darah.Akbar Soulisa, didampingi sejumlah pihak, telah melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Buru Selatan serta ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA). Mereka berharap proses hukum dapat berjalan cepat dan pelaku segera diamankan.“Kami memberikan apresiasi kepada SPKT Polres Buru Selatan atas respons cepat dalam menangani laporan ini,” ujar salah satu pendamping korban.Keterangan korban dalam rekaman video juga memperkuat dugaan kekerasan. Ia mengaku mengalami pemukulan menggunakan sapu, benturan di kepala, serta luka pada bagian tangan. Pengakuan ini memicu kemarahan warga yang turut mengecam pelaku dan meminta aparat bertindak tegas.Tokoh pemuda Buru Selatan, Rifai Latuconsina di akun media sosialnya juga menyampaikan kecaman keras dan meminta polisi segera memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. “Kami minta pelaku diproses tegas. Ini tindakan penganiayaan terhadap anak dan tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.Warga yang menyaksikan video itu di media sosial juga memberikan reaksi serupa. Banyak warganet menyerukan agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dan melakukan penahanan demi mencegah terulangnya kekerasan serupa.Sementara itu, korban yang masih berusia anak-anak dilaporkan mengalami trauma dan ketakutan. Keluarga berharap proses hukum berjalan cepat, dan anak dapat memperoleh perlindungan serta pendampingan yang memadai.[Nar’Mar].





















