
GETAR BUMI DI TEHORU: BISIKAN ALAM DI TENGAH HUJAN
AmbonToday.Com – Langit Maluku siang itu kelabu. Awan menggantung berat, seolah menyimpan rahasia. Butir-butir hujan jatuh perlahan, menyapu jalan-jalan desa yang basah. Di tengah hening yang basah itu, bumi tiba-tiba berbisik dengan suara dari dasar perutnya — getaran lembut namun penuh makna.
Jumat, 8 Agustus 2025, pukul 13.21 WIT, gempa bermagnitudo 3,4 mengguncang timur laut Tehoru, Maluku Tengah. BMKG mencatat pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer, berjarak sekitar 15 kilometer dari Tehoru dan 46 kilometer barat daya Kobisonta. Meski tak menimbulkan kerusakan, getarannya adalah pengingat bahwa tanah ini tak pernah benar-benar diam.
Di tengah musim hujan yang masih mengguyur, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Jalan-jalan licin, debit sungai yang meningkat, hingga potensi tanah longsor bisa menjadi ancaman diam-diam. Menjaga saluran air tetap bersih, memastikan rumah aman dari genangan, dan menyiapkan perlengkapan darurat adalah langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa.
Mari kita hadapi pesan alam ini dengan hati yang siaga. Sebab, bumi yang kita pijak dan langit yang menaungi kita tak selalu memberi tanda sebelum marah.
—




















