Ambontoday.com, SANAA – Serangan AS terhadap Yaman masih belum mampu menghentikan gerakan Houthi. Pada hari Rabu pagi, mereka melancarkan serangan lagi dengan peluncuran roket ke wilayah Israel usai jeda selama beberapa waktu.
Angkatan Bersenjata Israel menyampaikan di hari Rabu pagi bahwa mereka berhasil meredam serangan rudal balistik berasal dari Yaman yang bertujuan ke wilayah utara Israel; ini merupakan insiden pertama setelah dimulainya peperangan tersebut. Sementara itu, kelompok Houthi memastikan pada Hari Senin bahwa pihaknya sudah sukses menjatuhkan drone tanpa awak buatan AS dan berencana akan melancarkan penyerangan lagi terhadap dua kapal induk.
Militer Israel menyebutkan bahwa sistem perlindungannya berhasil menangani ancaman itu dan saat ini proses verifikasinya sedang berlangsung. Mereka juga mencatat bahwa siren peringatan diledakkan di Haifa, Teluk Haifa, serta Galilea Barat sebagaimana mestinya.
Pada saat bersamaan, pihak ambulans Israel menyebut bahwa mereka telah mengerahkan sejumlah tim ke berbagai lokasi usai siren dinyalakan; meski demikian, tak terdapat laporan adanya orang cedera.
Maariv melaporkan adanya aktivasi sistem peringatan dini terkait serangan udara yang dilakukan di wilayah utara Israel untuk kali pertamakarena peluncuran rudal dari Yaman.
Peristiwa tersebut terjadi sejumlah jam sesudah juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan pengumuman melalui suatu pernyataan. Al Masirah TV bahwa drone MQ-9 AS sudah dicekal oleh rudal permukaan ke udara buatan dalam negeri.
Saree menyebutkan bahwa drone tersebut menjalankan tugas agresif di ruang udara Gubernuraten Hajjah (sebelah barat laut Yaman). Dia juga mengamati bahwa ini merupakan pemboman kelima belas yang berhasil ditumpaskan dalam bulan ini dan kasus kedua puluh dua sejak dimulainya serangan militer di Laut Merah guna membantu Gaza pada November tahun 2023.
Dalam pernyataan yang disiarkan Al Masirah TV, Juru bicara militer Houthi menyampaikan bahwa mereka telah melancarkan dua serangan terhadap kapal induk Amerika Serikat yaitu Truman dan Vinson di Laut Merah serta Laut Arab menggunakan rudal jelajah drone.
Tetapi, petugas dari Pentagon menyampaikan informasi tersebut ke Aljazirah bahwa pasukan Houthi gagal menyerang kapal Angkatan Laut Amerika Serikat, serta menyebutkan bahwa kapal induk Truman dan Vinson sebelumnya sudah sukses mencegah serangan dari pihak milisi Yaman.
Houthi menyatakan pada hari Senin bahwa mereka sudah melakukan serangan terhadap kedua kapal induk itu, setelah beberapa kali sebelumnya mengklaim telah menjadikan Truman sebagai sasaran.
Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pada hari Selasa bahwa tentaranya telah melancarkan serangan skala besar di daerah Yaman yang dikendalikan oleh kelompok Houthi. Dalam sebuah pengumuman dari Gedung Putih, Trump juga menjelaskan bahwa Angkatan Bersenjata AS akan terus meneruskan misinya yang ia sebut sebagai tindakan penting hingga ancaman dari pemberontak Houthi kepada pasukan AS serta kesendirian navigasi di Samudera Hindia Red Sea mereda.
Dia menyebutkan bahwa objektif dari serangan di Yemen mencakup tokoh-tokoh pimpinan Houthis, perlengkapan mereka, instalasi untuk pengendalian dan komando, serta depot senjata. Sebelumnya, Trump telah memperingatkan bahwa dia berencana melanjutkan operasi militer di Yemen hingga kelompok Houthis dikalahkan.
Media outlet yang terkait dengan kelompok Ansar Allah (Houthi) mengabarkan adanya pengeboman oleh pesawat Amerika Serikat sebanyak tiga kali di wilayah distrik Majzar dalam Provinsi Ma’rib ketika matahari baru saja menyingsing pada hari Rabu. Selain itu, operasi pemerasukan juga dilakukan menuju bandara di Kota Hodeidah serta rangkaian sistem komunikasi di area Al-Barh dari Distrik Maqbanah yang berada di Provinsi Taiz.
Pada hari Selasa semalam, empat serangan diluncurkan oleh pesawat Amerika Serikat ke Distrik Al Salem yang terletak di Saada, bagian utara Yaman. Di samping itu, pasukan juga menjalankan sejumlah operasi penangkapan di Distrik Al Salif serta di Pulau Kamaran yang berada di wilayah Hodeidah, pada pesisir barat negara tersebut.
Pada akhir bulan Maret, Amerika Serikat memulai upaya militernya menentang kelompok Houthi. Ini dilakukan sesudah pihak tersebut menyatakan niatnya untuk meneruskan tindakan militer yang ditujukan kepada kapal-kapal berhubungan dengan Israel di Laut Merah, hal ini sebagai tanggapan atas pencadangan kesepakatan damai di Gaza oleh Israel. Dalam beberapa hari belakangan, tingkat kekerasan dari serangan A.S. semakin bertambah, sehingga merenggut banyak nyawa, khususnya di wilayah Hodeidah dan Sana’a.




















