IHSG Diperkirakan Turun, Analis Sarankan Investasi di Saham PGAS, BRIS dan BIRD

Spread the love

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan turun pada sesi perdagangan hari Selasa (22/4). Sebelumnya, IHSG menyelesaikan perdagangan Senin (21/4) dengan kenaikan sebesar 0,12%, berada di posisi level 6.445.

Analyst dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menganggap bahwa IHSG akan tetap berada dalam tahap pengkonsolidasian untuk jangka waktu mendatang. Menurutnya, “Secara skenario yang lebih positif, IHSG sedang memulai fase peningkatan baru.”

Apabila situasi tersebut terwujud, Herditya mengestimasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk merangkak naik menuju area tujuan yang paling dekat yaitu antara 6.510 sampai 6.678, dengan tingkatan level
support
Di 6.148 dan 5.882, serta
resistance
di 6.510 dan 6.707.

Akan tetapi, dalam skenario paling buruk, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi untuk merosot ke rentang angka 5.633 sampai 5.770. “Apabila tekanan di pasarnya bertambah, IHSG mungkin akan mencapai tingkat itu,” ujar Herditya dalam laporannya.

  • Wall Street Jatuh Setelah Trump Menyerang dan Mengancam untuk Memecat Ketua The Fed
  • Indonesia dan Denmark Tingkatkan Kemitraan dalam Transisi Energi
  • Lonjakan 4 Kali Lipat, Nilai Transaksi Tabungan Emas di Pegadaian Mencapai Rp 1,5 Triliun

MNC Sekuritas juga menyarankan beberapa saham unggulan yang dapat diperhitungkan, yakni PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sebaliknya, Analis Phintraco Sekuritas Valdy K menduga bahwa IHSG memiliki potensi untuk mengalami penurunan dan mungkin akan mencapai rentang antara 6.370 sampai dengan 6.400 dalam sesi trading hari ini. “Stochastic RSI menampilkan petunjuk-“.
death cross
Di zona oversold, yang mengindikasikan adanya peluang untuk penurunan harga lebih lanjut,” ungkap Valdy.

Baca Juga  IHSG Turun, 7 Saham Siap Beri Keuntungan

Valdy pun menyebutkan bahwa penurunan sebagian besar indeks saham di Wall Street serta Eropa pada tanggal 21 April 2025 memberikan dampak negatif tambahan yang berpengaruh pada pasar dalam negeri. Dia menjelaskan, “IHSG ikut tertekan akibat sikap waspada para pemain pasar yang sedang menantikan hasil diskusi antara Indonesia dengan Amerika Serikat.”

Pada saat bersamaan, situasi di tingkat dunia menjadi lebih tegang usai China mengancam akan melakukan tindakan balas dendam kepada negara-negara yang bergabung dengan Amerika Serikat untuk menahan perdagangan dengan mereka.

Sebaliknya, Presiden AS Donald Trump sekali lagi meminta The Fed untuk mengurangi tingkat suku bunganya, tetapi Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa keputusan moneter perlu berdasar pada informasi ekonomi dan tak bisa diubah karena desakan politis.


Saran Saham dari Phintraco Sekuritas

Phintraco Sekuritas menyarankan untuk membeli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Di samping itu, CGS International Sekuritas pun mengeluarkan anjuran terkait saham yang bisa diinvestasikan.
trading buy
, antara lain:

  1. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA): Membeli pada posisi 137, dengan peluang naik hingga 143-145 apabila tidak melewati batas bawah 134.
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS): Beli pada harga 2.630, sasaran peningkatannya adalah antara 2.750 hingga 2.810, serta pasang stop loss apabila harga jatuh dibawah 2.570.
  3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rekomendasi beli pada harga 1.200, dengan target kenaikan hingga ke level 1.250-1.275, serta pasang stop loss di bawah angka 1.175.
  4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Rekomendasi beli pada posisi 1.645, dengan tujuan mencapai kenaikan hingga antara 1.715 sampai 1.750 apabila harga masih berada di atas angka 1.610.
  5. PT Jasa Marga Tbk (JSMR): Beli pada posisi 4.260, sementara tujuannya adalah naik hingga mencapai antara 4.440 sampai 4.530 apabila harga masih berada di atas angka 4.170.

Berita Terkini