Kata Psikologi: 7 Tanda Orang Berkepribadian Toxic Akan Muncul Sejak Dini

Spread the love

Ambontoday.com – Menjelajahi alam perhubungan baik personal maupun profesi dapat menjadi kompleks,

Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan sedikit wawasan untuk mengenali tanda-tanda orang yang berpotensi toxic dalam hidup Anda.

Berdasarkan ilmu psikologi, terdapat beberapa tindakan khas yang kerap dilakukan oleh individu berbaur racun sejak permulaan.

Mengetahui petunjuk-petunjuk ini bisa mencegah Anda mengalami banyak penderitaan di masa depan.

Berikut ini adalah tujuh tanda yang umumnya diperlihatkan oleh individu dengan sifat toxik, sebagaimana diambil dari situs web Small Business Bonfire pada hari Jumat, 26 April. Apa sajakah itu?


1. Tanda-tanda awal manipulasi

Berinteraksi dengan individu bertipe toxik biasanya dirasakan mirip berjalan di atas ladang ranjau, khususnya ketika mereka memulai perilaku manipulasi sejak awal.

Penggunaan manipulasi adalah metode biasa yang diterapkan oleh orang-orang toxic guna mempertahankan kontrol serta mengutamakan kebutuhan diri mereka sendiri.

Mereka ahli dalam mengubah keadaan serta ucapan-ucapan mereka hingga membuat Anda meragukan pengamatan pribadi Anda.

Mengetahui tentang penipuan tidak berarti menjatuhkan orang lain, melainkan memahami tindakan mereka agar Anda bisa menyusun pilihan terbaik bagi diri Anda sendiri.


2. Ketidakberalusan yang negatif

Orang yang bersifat toxik umumnya menggambarkan perilaku negatif secara konsisten. Bisa jadi Anda telah berjumpa dengan individu yang sepertinya senantiasa melihat hal-hal baik di balik tiap-tiap insiden.

Dalam tiap pertemuan tim, untuk setiap projek, dan bahkan terhadap setiap gagasan, selalu saja kurang sempurna menurut mereka. Seperti sedang menggunakan kacamata berwarna buram atau pesimis.

Alih-alih arus negatif yang tak terkendali dan berkelanjutan tersebut bisa saja memerlambat energi Anda serta merugikan perkembangan baik personal maupun karier.

Psikolog kondang Dr. Martin Seligman pernah menyampaikan, “Pandangan pesimistis tak bisa dielakkan. Namun, Anda berpotensi mengembangkan sikap optimisme.”

Baca Juga  4 Zodiak yang Kelihatan Dirinya Lebih Muda dari Umur mereka

Akan tetapi, saat bertemu dengan individu yang bersifat merusak atau toxik, sisi negatifnya cenderung sulit untuk dilepaskan.

Mengetahui tentang hal itu sejak awal bisa membantu Anda mengatur batas dan memperkecil pengaruhnya terhadap hidup Anda.


3. Kurangnya empati

Pernahkah Anda menyampaikan perasaan Anda pada orang lain, hanya untuk mendapatkan respons apatis atau malahan ditolak?

Ciri utama dari pribadi yang toxic terletak pada ketidakmampuan untuk merasakan belas kasihan. Orang-orang tersebut kerap mengalami kesulitan dalam mengetahui atau menyuarakan emosi orang di sekitar mereka, sehingga bisa membentuk hambatan dalam interaksi dan hubungan interpersonal.

Kekurangan empati ini belum tentu selalu mencolok. Mungkin saja itu hanya bersifat sebagai komentar yang mengecilkan atau respons tak simpatetik terkait permasalahan Anda.

Tetapi peristiwa-peristiwa kecil tersebut bisa bertambah seiring berjalannya waktu, sehingga memiliki dampak negatif terhadap kesejahteraan emosi Anda.

Orang dengan sifat toxik mengalami kesulitan pada aspek dasar interaksi sosial tersebut. Penting untuk mengidentifikasi tingkah laku semacam itu guna memelihara relasi yang baik serta merawat kesejahteraan emosi kita.


4. Kontrol yang berlebihan

Tanda-tanda lain dari sifat toxik termasuk dorongan kuat mereka untuk memegang kendali atas orang di sekitar mereka.

Ini bisa direalisasikan dengan beragam metode, seperti merencanakan pekerjaan secara detail di kantor sampai menentukan caranya Anda harus hidup di lingkungan personal.

Orang dengan cenderung suka mengendalikan biasanya memiliki tingkat neurotisme yang tinggi serta tingkat ramah yang rendah.

Gabungan tersebut bisa menyebabkan sikap yang membatas dan meredam orang-orang di sekitarnya.

Keinginan untuk memegang kendali timbul dari perasaan tidak aman dan ketakutan internal mereka. Akan tetapi, yang harus ditekankan adalah masalah mereka seharusnya tidak menjadikan Anda sebagai bobot.

Baca Juga  Ini 5 Makanan Sehat yang Kaya Vitamin P dan Jarang diketahui

Mengetahui kebiasaan pengendalian berlebihan ini dari awal bisa membantu Anda menjaga keseimbangan dan kesegaran dalam hubungan Anda.


5. Sering berbohong

Tanda-tanda lain dari seseorang yang bersifat beracun terletak pada ketidaktahannya dalam menjaga integritas. Mereka cenderung berkali-kali berbohong dengan alasan kebaikan, mengeksploitasi fakta hingga distorsi menjadi sesuatu yang keliru, atau malahan mendistribusikan informasi palsu.

Berbohong dengan sering bisa jadi cara perlindungan buat orang itu, dipakai supaya menjaga imej atau merubah kondisi demi kepentingan diri sendiri.

Namun, ketidakjujuran tersebut merusak kepercayaan dan membentuk dasar yang lemah bagi setiap jenis hubungan.

Memahami pola-pola kebohongan sedari awal bisa mempermudah Anda dalam mengidentifikasi dampak negatif dari hubungan racun atau berbahaya tersebut.


6. Pesona palsu

Hal ini mungkin bertentangan dengan apa yang kita duga, namun ciri utama dari seseorang dengan kepribadian berbahaya dapat dimulai dengan daya tarik yang sangat besar.

Orang-orang yang toxic sering kali menggunakan pesona sebagai alat untuk memenangkan hati orang lain, hanya untuk memanipulasi mereka di kemudian hari.

Ini tidak berhubungan dengan kemegahan atau keramahannya orang tersebut. Justru, hal ini adalah tindakan yang direncanakan dan umumnya dipakai untuk menghasilkan impresi positif sembari menutupi motif aslinya.

Memahami sifat manipulatif ini bisa memudahkan Anda untuk menghindari terjebak dalam godaan tipuan yang ditampilkan oleh individu-toxic dan berbahaya tersebut.

percaya pada intuisi Anda dan ambil waktu untuk sungguh-sunguh mengenal karakter seseorang sebelum terlena.


7. Kritik terus-menerus

Ciri paling akhir dari sifat toxik adalah kebiasaan menyalahkan dan menghakimi orang lain. Mereka cenderung memandang rendah prestasi Anda, meremehkan keterampilan Anda, atau selalu berusaha untuk menemukan kesalahan dalam tindakan Anda.

Baca Juga  Kunci Sukses Belajar Bersabar dalam Mengerjakan Tugas

Kritikan yang berkelanjutan bisa menghancurkan rasa percaya diri serta perkembangan individu seseorang.

Sebagaimana telah disampaikan oleh psikolog Abraham Maslow, “Di tiap saat, kita dihadapkan dengan dua opsi: bergerak maju menuju perkembangan atau mundur ke arah kenyamanan dan keselamatan.”

Memahami pola ini bisa mendorong Anda untuk berkembangkan diri lebih jauh dengan menghindari aspek-aspek merugikan itu dan menekankan pentingnya kebaikan sendiri.