Ketika Hati Para Pemimpin Turun Bersama Derasnya Hujan: Kepedulian Kapolres dan Forkopimda Buru Selatan di Tengah Banjir Waesama

Spread the love


Ketika Hati Para Pemimpin Turun Bersama Derasnya Hujan: Kepedulian Kapolres dan Forkopimda Buru Selatan di Tengah Banjir Waesama

Ambontoday.com – Buru Selatan — Kala langit menangis tanpa henti, dan bumi basah oleh duka yang datang tanpa diundang, para pemimpin daerah turun menyusuri genangan. Bukan hanya dengan langkah, tapi dengan cinta, perhatian, dan tanggung jawab.

Kapolres Buru Selatan, A.K.B.P Andi P. Lorena, S.I.K., M.H., bersama Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, S.E., M.Pd., Ketua DPRD Ahmad Umasangaji, S.Pd., dan jajaran Forkopimda, hadir di tengah masyarakat Kecamatan Waesama—mereka tak datang membawa janji, tapi membawa harapan.

Banjir yang melanda beberapa hari lalu telah memutus jalan, membenamkan rumah, dan menghanyutkan ketenangan warga. Tanggul Kali Walnawe jebol, air mengalir deras ke Desa Persiapan Lehoni, Desa Pohon Batu, dan Desa Wamsisi. Tapi hari itu, Kamis, 17 Juli 2025, bukan tentang musibah semata—melainkan tentang wajah-wajah tulus yang datang mengulurkan tangan.

Sebanyak 138 paket sembako dibagikan. Mungkin nilainya tak seberapa, tapi maknanya tak terukur—karena ia hadir dari rasa peduli, dari hati yang tak tega melihat rakyatnya berjuang sendiri.

> “Kami hadir untuk menyentuh luka, bukan sekadar melihatnya. Agar masyarakat tahu, dalam setiap musibah, negara tak pernah pergi. Kami ada—bersama, sejalan, dan sepenuh hati,” ujar Kapolres, lembut namun penuh wibawa.

 

Di antara lumpur dan sisa air yang belum surut, tampak anak-anak menatap ke arah rombongan dengan mata berbinar. Warga memeluk bantuan itu seperti memeluk harapan. Dan di setiap rumah yang dikunjungi, senyum perlahan tumbuh kembali—meski hujan belum benar-benar berhenti.

> “Polri akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mencari solusi, bukan hanya tanggap darurat, tapi juga pencegahan jangka panjang. Kami ingin masyarakat merasa aman—dari bencana, dan dari rasa ditinggalkan,” tegas Kapolres.

Baca Juga  Umar Ali Lessy Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maluku Periode 2025-2030

Langkah kaki mereka di Waesama hari itu bukan sekadar kunjungan, tapi adalah pesan—bahwa jabatan bukan jarak, dan kekuasaan bukan dinding. Karena ketika air naik, maka yang lebih tinggi adalah kemanusiaan.

Dan dari banjir yang datang tanpa permisi, kini mengalir pula aliran kepedulian yang menenangkan. Membasuh luka. Menyalakan kembali cahaya harapan.

(Biro BurseL)

Berita Terkini