Ketika Jalan Berlubang Menjadi Luka Kota, Warga dan Tukang Ojek Patungan Menambal dengan Cinta

Spread the love

Ketika Jalan Berlubang Menjadi Luka Kota, Warga dan Tukang Ojek Patungan Menambal dengan Cinta

Ambontoday.com – Buru Selatan – Di jantung Kota Namrole, tepat di depan Bawaslu Lama, Dinas Lingkungan Hidup (LH), Kantor Bappeda, dan sejumlah titik lainnya, jalan berlubang menjadi cermin luka yang belum sempat disembuhkan. Genangan air saat hujan turun kerap menyembunyikan bahaya, hingga kecelakaan demi kecelakaan terjadi. Namun, dari luka itu, lahirlah harapan—dari tangan-tangan warga yang tak tinggal diam.

Adalah tukang ojek dan warga sekitar, yang setiap hari melintasi jalan penuh lubang itu, kemudian berinisiatif melakukan tambal jalan secara swadaya. Mereka menyisihkan sedikit rejeki, membeli semen, pasir, dan kerikil, lalu bergotong-royong menambal bagian yang rusak.

“Ini bentuk kepedulian kami. Meski hanya tambalan sementara, kami berharap bisa mencegah jatuhnya nyawa dan luka dari lubang-lubang yang sudah lama dibiarkan,” tutur seorang tukang ojek dengan suara yang lirih namun tegas.

Aksi ini menyentuh hati. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong membuktikan bahwa kepedulian bisa tumbuh di mana saja—bahkan dari jalanan yang berlubang.

Namun, tidak semua bisa mereka perbaiki. Ruas jalan di depan Dinas LH hingga ke depan Kantor Bappeda, sepanjang hampir 200 meter, penuh lubang yang dalam dan lebar. Perlu penanganan serius dan anggaran besar. “Kami tidak mampu, ini sudah tanggung jawab pemerintah,” ujar warga lainnya.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR diharapkan membuka mata dan hati. Jalanan adalah denyut kehidupan masyarakat. Lubang-lubang itu bukan sekadar kerusakan fisik, tapi juga simbol harapan yang menanti dijemput.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan. Terutama di musim hujan, genangan air bisa menyamarkan lubang dan menjadi jebakan mematikan. Gunakan kecepatan yang wajar, waspadai setiap ruas, dan utamakan keselamatan dalam berkendara.

Baca Juga  Cegah Covid-19, TK dan Siswa Dibagikan Masker Gratis

Karena keselamatan di jalan adalah hak setiap warga, dan jalan yang layak adalah wujud cinta dari pemerintah kepada rakyatnya.

Mari bersama, saling mengingatkan, saling peduli. Biarlah tambalan semen dan pasir menjadi pengingat bahwa meski sederhana, kepedulian tak pernah sia-sia.

Semoga langkah kecil dari warga menjadi gema yang sampai ke ruang-ruang kebijakan. Dan semoga, luka jalanan itu segera sembuh oleh tangan yang lebih kuat dan anggaran yang berpihak.

[Nar’Mar]
.

Berita Terkini