
Ketua MPI BurseL Sebut 100 Hari Kerja Bupati Buru La Hamidi Hanya Kamuflase
Ambontoday.com – Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Buru Selatan M. Kasim Latuconsina mengatakan, setelah dirinya membaca secara seksama 10 Program 100 Hari Kerja Bupati Buru Selatan La Hamidi di hadapan Rakyat Buru Selatan pada saat pidato perdana di kantor DPRD Buru Selatan hanyalah kamuflase.
Mantan Ketua KNPI Buru Selatan ini menyampaikan hal itu kepada media ini di Namrole, Kamis (29/5/2025). Disebutkannya bahwa 100 hari kerja Bupati Buru Selatan La Hamidi gagal semuanya.
Langkah Awal mewujudkan komitmen Bupati Buru Selatan La Hamidi dalam dalam membangun daerah ini, telah merumuskan 10 target Program dalam 100 Hari Kerja yang ingin dicapai yakni;
1. Program Pendidikan & Kesehatan gratis, Pemberian Beasiswa bagi 500 mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi melalui SUBSIDI SPP/BPP, termasuk Beasiswa khusus Fakultas Kedokteran, peberian insentif khusus setiap Bulan kepada tenaga guru dan tenaga kesehatan bagi yang berstatus honor, menjamin ketersediaan obat-obatan bagi kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak lagi kesusahan membeli obat di luar tanggungan BPJS.
2. Program Ketahanan Energi, peningkatan kuota BBM khusus minyak tanah dan subsidi listrik gratis untuk masyarakat miskin.
3. Program Pembangunan Infrastruktur Jalan dan jembatan serta sarana transportasi laut di 6 kecamatan.
4. Program internet satelit gratis 1 Desa 1 starlink.
5. Program Pangan Rakyat,Beras Gratis bagi masyarakat miskin.
6. Program wira usaha dan UMKM CIPTA 1000 Pengusaha Baru khususnya anak anak muda melalui pengembangan UMKM.
7. Program ketahanan Pangan Daerah cetak lahan pertanian Baru dan pembangunan Gudang Logistik Terpadu.
8. Program pemberdayaan masyarakat Adat, Pembangunan Rumah adat di setiap Desa Adat, Penyediaan 100 juta per desa Adat/tahun , penyediaan PERDA ADAT.
9. PROGRAM Buru Selatan Berakhlak yaitu
– bantuan pembangunan rumah adat
– bantuan insentif tokoh adat, tokoh agama, guru ngaji dengan bekerja sama dengan BRIlink.
10. Di fungsikan kapal tanjung Tiram untuk melayani rute Ambalau – Waesalai, Namrole – Leksula dan kepala Madan .
Setelah membaca dan meneliti secara seksama 10 Program 100 hari kerja masa kerja bupati yg dijanjikan bupati di hadapan Rakyat Buru Selatan pada saat pidato perdana di kantor DPRD burus Selatan hanyalah kamuflase,
“untuk mengukur dari program 100 hari kerja, kalau program 100 hari kerja itu gagal maka di pastikan pemerintahan ini gagal di 5 tahun ke depan,” ujarnya.
Dikatakan lanjut, yang dimaksud Kesehatan Gratis adalah, masyarakat tidak lagi menggunakan BPJS.
“Contoh saja ada masyarakat yang membeli obat di apotik, Itu artinya bukan kesehatan gratis,” pungkas Latuconsina.
Sampai saat ini pelayanan pasien di rumah dokter Salim Alkatiri blm maksimal. Karena sampai saat ini
Paosn BPJS masih diarahkan untuk membeli obat di luar dengan alasan kekosongan obat di rumah sakit.
“Bupati mestinya memberikan informasi secara jelas apa yang dimaksud dengan kesehatan gratis.
Pelayanan BPJS itu bukan pelayanan gratis. Ada BPJS mandiri, BPJS ASN yang dipotong tiap bulan dari gaji wgaqai.
Sehingga asumsi pelayan gratis bagi seluruh masyarakat yang kategori miskin tanpa menggunakan BPJS harus bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya atau gratis.(Biro BurseL)
.





















