Ketua Panitia: Majelis Latupati Tegaskan Pentingnya Penyautan Persepsi untuk Membangun Jazirah

Spread the love

Ambon today.com_Ambon, 23 November 2025 — Dalam Musyawarah Organisasi Adat yang digelar di Hotel Santika Ambon, Ketua Panitia Raib Pellu menegaskan perlunya penyatuan persepsi seluruh pemangku adat Jazirah untuk memperkuat peran dan posisi masyarakat adat dalam pembangunan Maluku.

Pellu menjelaskan bahwa wilayah adat Jazirah memiliki pengaruh besar di Provinsi Maluku. “Jazirah adalah pemilih single majority, pemilik suara terbesar di Maluku. Jumlahnya lebih banyak dari delapan kabupaten/kota lainnya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa terdapat 22 negeri adat di tiga kecamatan serta 47 batuan yang menjadi bagian struktur adat Jazirah.

Majelis Latupati bersama para raja, ketua masjid, dan tokoh adat menyepakati pembentukan Hena Pera Jazirah, sebuah wadah kekuatan adat yang bertujuan menyatukan langkah dan visi pembangunan. Dalam bahasa Jazirah, “jessirih” atau “jessire” dimaknai sebagai semangat untuk bergerak maju bersama.

“Agenda hari ini adalah musyawarah. Organisasi adat harus berjalan melalui musyawarah, itu amanat undang-undang. Dan hak penuh itu ada pada majelis dan para raja,” tegas Pellu.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota/kabupaten, mengingat sebagian wilayah administrasi Kota Ambon berada dalam tanah adat Jazirah. “Kurang lebih 20.000 warga Jazirah tinggal di Kota Ambon. Wilayah adat ini harus diperhatikan dengan benar,” katanya.

Musyawarah ini mempertemukan unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, cendekiawan, serta para tokoh adat dalam satu forum dengan tujuan memperkuat peran masyarakat adat dalam pembangunan Maluku ke depan.

Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk membangun Jazirah sebagai kekuatan sosial, budaya, dan politik yang solid demi kepentingan masyarakat serta masa depan Maluku.( o.l )

Baca Juga  Cegah Sampah Plastik Masuk Teluk Ambon, Pemkot Pasang Jaring di Tiga Sungai

Berita Terkini