
Koalisi Tuntut Bella Shofie Dicopot, Desak Gubernur Maluku dan DPW NasDem Ambil Sikap Tegas
AmbonToday.com – Tiga organisasi pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Penuntutan Demokrasi akan menggelar aksi demonstrasi damai pada Senin, 5 Agustus 2025, di depan Kantor DPW Partai NasDem dan Kantor Gubernur Maluku. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap krisis integritas di tubuh DPRD Kabupaten Buru.
Dalam seruan resmi yang diterima redaksi dari grup WhatsApp, Koalisi yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), Pemuda Keadilan, dan Solidaritas Mahasiswa Pejuang Keadilan ini, menyuarakan desakan terhadap pemerintah dan partai politik untuk segera mengambil tindakan atas dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai NasDem, Bela Sofii.
Koordinator aksi menyebutkan, dugaan ketidakhadiran Bela Sofii dalam tugas sebagai wakil rakyat selama 11 bulan tanpa alasan yang jelas adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.
> “Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, tapi pelanggaran etika dan pengingkaran terhadap sumpah jabatan sebagai wakil rakyat. Kami mendesak Gubernur Maluku dan DPW Partai NasDem agar tidak membiarkan ini terus terjadi,” ujar Bung Fiki, Koordinator Lapangan Aksi.
Tuntutan Koalisi:
1. Gubernur Maluku diminta untuk segera memproses pemberhentian Sdri. Bela Sofii sesuai mekanisme hukum yang berlaku sebagai bentuk perlindungan terhadap marwah demokrasi.
2. DPW Partai NasDem Provinsi Maluku didesak agar mencopot Bela Sofii dari keanggotaan DPRD aktif serta memberi sanksi disiplin atas dugaan pelanggaran kode etik.
3. Koalisi juga meminta pembentukan Tim Investigasi Independen guna menelusuri alasan ketidakhadiran Sdri. Bela Sofii dalam enam kali rapat paripurna dan rapat alat kelengkapan dewan secara berturut-turut.
Diperkirakan, lebih dari 50 massa aksi akan turun dalam demonstrasi yang akan dimulai pukul 10.00 WIT. Aksi ini terbuka bagi masyarakat sipil, aktivis, dan media sebagai bagian dari kontrol publik terhadap lembaga legislatif daerah.
“Demokrasi akan mati bila rakyat diam terhadap pengkhianatan oleh wakilnya sendiri. Ini saatnya kita bersuara,” tambah Bung Iyan Bey, Koordinator Lapangan II.
Terkait hal ini, Bella Shofie belum dapat dihubungi hingga berita ini naik tayang.
Report: AmbonToday.com
.




















