Maria Achazia F A Ohoirat Rai Juara 1 Lomba Literasi Tingkat SD, Siap Wakili Tanimbar Ke Tingkat Provinsi

Spread the love
“Yosep F R Titirloliby” Kadis Arsip dan Perpustakaan KKT

Saumlaki, ambontoday.com – Lomba literasi bagi jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA yang di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam hal ini Dinas Arsip dan Perpustakaan dengan mengikutsertakan 30 peserta dangan mata lomba berbeda setiap jenjag.

Bagi jenjang pendidikan SD lomba bertutur dan yang merai juara 1 akan mewakili Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke tingkat Provinsi Maluku. Dan yang merai juara 1 dari Kecamatan Tanimbar Selatan atas nama Maria Achazia F A Ohoirat. Juara 2 di rai oleh Kecamatan Molomaru, Juara 3 di rai oleh Kecamatan SelaruSelaru.

Untuk jenjang pendidikan SMP yang merai juara satu dalam berbaca puisi adalah Kecamatan Wuarlabobar, juara dua Kecamatan Wermaktian dan juara tiga di rai oleh Kecamatan Tanimbar Utara. Bagi jenjang pendidikan SMA dalam lomba pidato dengan bahasa Inggris dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Kecamatan Tanimbar Utara berhasil ada pada posisi pemenang pertama, untuk pemenang kedua di rai oleh Kecamatan Fordata, dan perai peringkat ketiga adalah Kecamatan Wertambrian.

“Dari tiga jenjang pendidikan ini, yang akan mewakili Tanimbar ke Provinsi hanya jenjang pendidikan SD karena itu dilakukan setiap tahun, untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK belum ada ya, semoga ditahun depan dua jenjang pendidikan ini sudah digelar lomba literasi tingkat Provinsi,” ujar Kadis Arsip dan Perpustakaan Yosep R Titirloliby diruang kerjanya Kamis, (15/5/2025).

Dirinya merasa bangga dan menyajungkan para peserta lombah yang begitu antusias dalam mengikuti lomba, pihaknya menghimbau kepada semua peserta lomba dan para pendamping bahwa segala keputusan dewan juri adalah sah dan tidak pernah ada intervensi dari siapapun.

“Masih banyak kekurangan dalam proses lomba, dan itu akan menjadi evaluasi khusus bagi kami Dinas dan akan dibenahi yang lebih baik lagi ditahun depan, saya perlu sampaikan bahwa segala keputusan yang juri putuskan itu sah karena tidak pernah kami intervensi maupun dari luar,” ungkapnya.

Baca Juga  Carles Samangun Yakin Kantongi Rekomendasi Gerindra

Titirloliby menambahkan, lewat lomba literasi ini, pihak Dinas akan melakukan penelusuran cerita rakyat yang dibawakan dalam bertutur memiliki kesamaan judul namun fersinya berbada, sehingga pihaknya akan melakukan penelusuran dan mengumpulkan dokumen agar dibuat dalam sebuah karya ilmiah untuk dijadikan Arsip dan dapat dipasok di Perpustakaan.

“Di lomba betutur kemarin kami kaget karena ada judul cerita bunga lelemuku (bunga anggrek-red) namun isi ceritanya berbeda, maka kami akan lakukan kajian untuk dijadikan sebuah karya ilmiah dari cerita-cerita itu,” jelasnya.

Ia berharap, semoga dari kekuranga dan keterbatasan pada saat lomba itu, menjadi suatu pengalaman berharga dan menjadi bahan evaluasi untuk tahun 2026 nanti lebih meria dan bergengsi lagi dengan menciptakan literasi baru. (AT/BT)

Berita Terkini