mAmbontoday.com, Ambon.- Evans Reynold Alfons, ahli waris 20 potong dusun dati negeri Urimessing bersama Kuasa Hukumnya bakal melaporkan salah satu media online di daerah ini terkait pemberitaan tidak benar. Hal ini disampaikan kepada wartawan Sabtu 21 Agustus 2021.
Menurutnya, setelah membaca isi dari berita di referensimaluku.id “Lawan Buke Tisera dan Gubernur Maluku, Dua Anak Jacobus Abnerr Alfons Diduga Gunakan SKAW Palsu” ternyata tidak ada narasumber, serta isi pemberitaanya seluruhnya tidak benar alias hoax.
“Setelah membaca isi pemberitaan itu, disana tidak ada narasumber yang berbicara, serta isi dari berita tersebut tidak benar alias hoax. Untuk itu kami telah membuat hak jawab untukk dilayangkan kepada media yang bersangkkutan namun ternyata media itupun tidak jelas alamat redaksi serta alamat email-nya pun tidak ada, sehingga hak jawab itu tterpaksa kami layangkan melalui media lain.
Kecurigaan kami, media referensimaluku.id ini dimiliki oleh salah satu oknum yang dulunya wartawan namun kini sudah berprofesi lawyer (pengacara), makanya kami akan membuat laporan pidana terhadap media yang bersangkutan melalui ciber crime, karena sudah membuat pemberitaan bohong,” tandas Evans.
Dikatakan, seharusnya media itu menaikan berita harus berimbang dengan mengkonfirmasikan pihak – pihak terkait isi pemberitaan, namun ternyata didalam isi berita itu tidak ditemukan salah satu narasumber yang berkomentar.
Isi beritanya juga terkesan miring dan menuding pihak keluarga Alfons tellah menggunakan bukti palsu, padahal bukti itu juga dipergunakan oleh yang bersangkutan selaku kuasa hukum menangani perkara kami.
Evans menyesalkan profesionalime media referensimaluku.id, karena saat akan menaikan berita itu, tidak ada konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan media itu kepada keluarga Alfons.
Untuk itu, dirinya sudah menyampaikan kepada Kuasa Hukum keluarga Alfons untuk menyiapkan laporan pidana terhadap media referensimaluku.id, selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan organisasi profesi wartawan yang ada di daerah ini terkait persoalan dan berita yang dibuat oleh media itu, karena sudah mencemarkan nama baik keluarga Alfons.





















