
Menyusuri Jejak Banjir dan Jembatan Harapan di Buru Selatan
Ambontoday.com – Dalam balutan tanggung jawab dan kasih pada negeri,Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, turun langsung menapaki jejak-jejak luka dan harapan. Ia meninjau wilayah terdampak banjir dan pembangunan infrastruktur vital: jalan dan jembatan penghubung antara Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Buru.
Langit masih menyimpan sisa kelam hujan lalu, dan di Dusun Fatsinan, Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole,
rombongan menyaksikan bagaimana sungai Waeteba mengubah arusnya menjadi ancaman yang menyusup ke pemukiman warga. Di titik ini, bukan hanya air yang mengalir, tapi juga keprihatinan, dan tekad untuk menguatkan langkah pemulihan.
Bersama beliau hadir pula
Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliaser Selsily, SE., M.Pd, Sekda Ruslan Makatita, M.Si, serta para pimpinan OPD terkait: BPBD, Dinas Kesehatan, Perhubungan, Pendidikan, Perikanan,
hingga jajaran Kepolisian dan Dinas Sosial. Semuanya satu irama: menatap langsung kondisi lapangan,
bukan dari balik meja.
Dari Kamlanglale, langkah dilanjutkan menuju Jembatan Waeteba dan Waeapu Baru di Dusun Ukalahi,
Desa Lele, Kecamatan Lolongguba, wilayah Kabupaten Buru.
Pembangunan yang dimulai sejak April 2023 itu, masih dalam proses pengerjaan, menjadi urat nadi baru yang kelak menyatukan dua kabupaten dalam denyut pembangunan.

Kapolres dan rombongan juga meninjau perbaikan jalan di samping Pos Brimob Modan Mohe, yang sebelumnya terdampak longsor hingga memakan separuh badan jalan.
Kini perbaikan terus digesa,
agar jalan itu kembali aman dilalui oleh rakyat yang setiap harinya menggantungkan hidup di jalur ini.
Di tengah peninjauan, Kapolres menyampaikan pesan hangat penuh kepedulian:
“Kami menghimbau kepada masyarakat terdampak banjir agar senantiasa waspada.
Terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan,
keselamatan adalah hal utama,”
ujar AKBP Andi P. Lorena.
Beliau juga menegaskan bahwa peninjauan pembangunan jalan dan jembatan penghubung
dilakukan demi memastikan kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat, agar aliran mobilitas dan denyut kehidupan tetap mengalir di antara dua kabupaten bersaudara itu.
Hari itu, bukan hanya medan yang ditelusuri. Tapi juga harapan, perhatian, dan kepedulian
yang dibangun di atas fondasi nyata pelayanan publik.
(Biro BurseL)





















