
Merah Putih Berkibar di Bumi Bupolo: Sebait Cinta dari Polres Buru Selatan untuk Indonesia
AmbonToday.Com – Namrole – Di bawah langit biru yang menyimpan jejak sejarah bangsa, dan di antara semilir angin yang membawa harum pengorbanan para pejuang, kibaran bendera Merah Putih kembali menjadi saksi cinta yang tak pernah usang kepada Ibu Pertiwi.
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan jatuh pada 17 Agustus 2025, Polres Buru Selatan menggelar sebuah aksi mulia: pembagian bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat, Selasa (5/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di depan Pasar Kaiwait, Desa Labuang, Kecamatan Namrole itu, bukan sekadar seremoni—tetapi manifestasi rasa syukur dan penghormatan kepada tanah air.
Di balik langkah-langkah para petugas yang tegap namun bersahaja, terdapat semangat yang berakar dari cita-cita luhur para pahlawan. Kasat Intelkam Polres Buru Selatan, AKP Taufik, memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi oleh Kapolsek Namrole, AKP Donald Ilely, bersama personel Sat Intelkam dan Polsek Namrole.
Sebanyak 100 lembar bendera Merah Putih dibagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Bendera itu mungkin ringan di tangan, namun berat oleh makna—karena di dalamnya terlukis darah dan air mata, keberanian dan pengorbanan.
> “Pembagian bendera ini adalah ajakan kepada masyarakat untuk mengibarkan Merah Putih di halaman rumah masing-masing, sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para pendahulu kita,” ujar AKP Taufik dengan suara yang tegas namun penuh harap.
—
Di Setiap Helai Merah Putih, Tersimpan Doa dan Janji
Di jalanan yang sederhana itu, terlihat wajah-wajah penuh semangat. Para warga menyambut dengan antusias, menggenggam bendera itu seolah memeluk sejarah, memeluk masa depan. Ada senyum, ada haru. Ada kebanggaan menjadi bagian dari bangsa yang besar ini.
> “Kami ingin menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan cinta tanah air,” lanjut AKP Taufik.
“Dan kami mengajak seluruh masyarakat Buru Selatan untuk ikut mengibarkan bendera di rumah masing-masing sebagai bentuk persatuan dan kesetiaan pada negeri tercinta.”
Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh khidmat. Namun yang paling istimewa adalah respon masyarakat—tulus, penuh apresiasi, dan menyentuh hati.
> “Terima kasih Polres Buru Selatan, ini bukan sekadar bendera—ini adalah warisan semangat untuk anak cucu kami,” ucap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
—
Himbauan Cinta Tanah Air: Kibarkan, Hormati, Lestarikan
Dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-80, Polres Buru Selatan menghimbau seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2025. Sebuah ajakan sederhana namun sarat makna: karena bendera bukan hanya simbol, tetapi saksi perjuangan yang tak boleh dilupakan.
“Merahnya adalah darah para pejuang, putihnya adalah tulusnya niat membangun negeri. Mari kibarkan bukan hanya di tiang rumah, tapi juga di dada dan jiwa kita masing-masing,” tutur AKP Taufik, menutup kegiatan dengan pesan yang menggetarkan nurani.
—

Merah Putih: Dari Rakyat, Untuk Negeri
Di bumi Buru Selatan yang penuh pesona, bendera Merah Putih kembali mengepak gagah di tangan-tangan rakyat. Ia bukan sekadar kain—ia adalah janji. Janji untuk menjaga Indonesia tetap tegak berdiri. Janji untuk tidak pernah melupakan mereka yang telah gugur. Dan janji untuk terus mengisi kemerdekaan dengan cinta, kerja keras, dan pengabdian.
> “Karena kemerdekaan bukan titik akhir, melainkan awal dari perjuangan yang tak pernah usai.”
—
Redaksi | Namrole, Buru Selatan
“Untuk Indonesia yang terus berkibar — dari pelosok ke pusat, dari rakyat ke langit.”
[ Biro BurseL ]
—




















