Ambontoday – Panglima Kodam XVI Pattimura Mayjen TNI Jeffry A. Rahawarin, berkeinginan mengunjungi Namrole, Kabupaten Buru Selatan, untuk menyaksikan penandatanganan naskah kerjasama antara Pemda Buru Selatan dengan Kodam XVI Pattimura.
Demikianlah disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Buru Selatan, Ridwan Nyio, pada media ini di ruang kerjanya, Jumat (30/7).
“Program Bagian Pemerintahan dalam kerangka pembuatan petah wilayah administrasi wilayah kabupaten yang suda dilakukan pada tahun 2021, melalui DPA Bagian Pemerintahan, pembuatan petah indikatif batas desa atau batas wilayah administrasi desa,” jelas Ridwan.
Ridwan Nyio menjelaskan, pembuatan petah ini mengacu pada Permendagri nomor 45 tahun 2016. Didalam Permendagri itu lanjutnya, menguatkan untuk adanya tahapan pembuatan petah batas desa, yaitu, penetapan, penegasan dan output-nya berupa pengesahan.
“Penetapan ini awalnya dari Bagian Pemerintah, kemudian memfasilitasi desa-desa yang berbatasan menyepakati batas antar desanya,” jelas Ridwan Nyio.
Kemudian melalui partisipatif metode penataan lanjutnya, pihaknya turun ke semua desa untuk melakukan sosialisasi, meminta keterangan dari masyarakat yang mengetahui batas desa yang berbatasan,
“Alhamdulillah untuk dua kecamatan, Namrole dan Waesama, sesuai folume target kami suda selesai, hanya desa Labuang yang ada kendala,” ujar Nyio.
Saat ini kata Nyio, suda masuk pada tahapan penegasan. Dikatakan, pihaknya bersama Topografi Kodam (Topdam) XVI Pattimura melakukan kerjasama untuk pembuatan petah batas wilayah antar desa.
“Dan direspon positif oleh pak Panglima untuk memerintahkan jajarannya di bidang Topografi Kodam, untuk bersama-sama membantu masyarakat di Buru Selatan, untuk pembuatan petahnya,” sebut Nyio.
Kata Ridwan Nyio lagi, untuk penandatanganan naskah kerjasamanya pihaknya masih menunggu perintah dari Panglima.
“Karena beliau (Panglima) ingin hadir bersama-bersama di sini untuk melihat langsung penandatanganan naskah kerjasama, dan hal lain yang mungkin bisa dibantu oleh pihak Kodam,” jelas Nyio.
Tambah Ridwan Nyio katakan, pihaknya bersama tim teknis dari Topdam akan turun ke Kecamatan Waesama untuk pembuatan petahnya.
“Target waktu yang kami targetkan untuk kecamatan Waesama paling lama dua minggu suda seleai. Setelah itu kita bergeser di kecamatan Namrole,” ujar Ridwan Nyio.(Biro Bursel)





















