Saumlaki, ambontoday.com – Pelayanan di Puskesmas Larat, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut) semakin buruk dan tidak sama sekali ditolerir, karena pasien yang ini dirujuk ke RSUD Magretty sama sekali direspon secara baik.
Kondisi pelayanan seperti ini akan selalu terjadi bila kepala Puskesmas tidak di Evaluasi oleh Pejabat Bupati Kepulauan Tanimbar, karena sudah sering terjadi berulang kali.
“Memang benar ada surat edaran terkait dengan sistem rujukan pasien dari tingkat Puskesmas ke Rumah Sakit, namun ini emergency, dimana pasien yang mau dirujuk harus ke RSUD Magretty, kok dipersulit, maunya dari pihak Puskesmas harus rujuk ke RSUD Anaktatotty, ini kan gila.
Kalau rujuk ke RSUD Anaktatotty, namun perlengkapan penunjang sama sekali tidak ada ll pasien mau dirujuk kembali dari Anaktatotty ke Magretty, ini kan kerja ngawur namanya.
Pasien yang kategori emergency, dan butuh untuk dilayani secara lengkap dengan peralatan medis yang mendukung kok itu menyalahi atau melanggar surat edaran juga.
Ini menyangkut kemanusiaan, sehingga pihak Puskesmas dalam hal ini Kepala Puskesmas (Kapus) harus jelih untuk melihat ini, jika peralatan di RSUD Anaktatotty memiliki alat media yang lengkap kenapa pasien harus memilih ke RSUD Magretty dengan jarak tempuh yang sangat jauh.
Maka Pj. Bupati harus secepatnya mengevaluasi kapus Larat, karena sistem Pelayanan yang diterapkan semakin buruk dan memprihatinkan sekali,” ujar Presiden Mahasiswa Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlesa) Lamberth Tatang kepada media ini, Kamis, (6/2/2025) di Saumlaki.
Dikatakan juga, hal itu terbukti, ada pasien ibu hamil yang didiaknosa oleh nakes di Puskesmas Larat bahwa janin yang dikandungan denyut jantungnya tidak bergerak lagi, sehingga langka awal itu harus di USG, dan alat itu sama sekali tidak ada di Larat, maka harus di rujuk ke Saumlaki.
“Surat rujukan saja kok ribet sekali jika dikeluarkan ya, untungnya pihak keluarga mengambil langka bijak langsung ke Saumlaki, kalau tidak bisa fatal bagi ibu juga kan,” ungkap Tatang.
Lanjut Tatang, kinerja Kapus Larat harus di Evaluasi, bahkan dipandang perlu untuk di pindahkan atau seprti apa, karena, dipertahankan akan terjadi pelayanan yang sama dan pasti ada korban ninggal karena pelayanan seperti itu.
“Saya minta Kapus itu di evaluasi, bila perlu dipindahkan saja karena sistem pelayanannya sangat buruk ya, kasihan bagi masyarakat yang memang sangat lemah dari sisi ekonomi, ya mereka pasti pasrah dengan keadaan sampai mati saja Pasti, sehingga kondisi seperti ini tidak bisa di tolerir lagi, ibu Pejabat atau Kepala Dinas Kesehatan harus ambil tindakan untuk mencegah tidak ada lagi pasien-pasien lain yang nanti korban susulan,” mintanya.
Dirinya berharap, hal ini harus direspon secara cepat, karena ini menyangkut nyawa manusia bukan binatang yang seenaknya dibuat mati, sangat ruskan sekali sistem pelayanan seperti ini, hanya sepotong kertas saja kok tidak bisa.
“Saya berhadapan sekali kepada ibu Pejabat atau Kadis Kesehatan untuk evaluasi kapus Larat ya, bahkan perlu secepatnya dipindahkan saja, karena pelayanannya sangat buruk dan kaku, mengingat masyarakat butuh pelayanan yang baik untuk kesehatan mereka, bukan sebaliknya ya, kasihan sama ibu Idayani Lodar, karena sayang Tuhan beliau tidak apa-apa dan janin yang sudah meninggal di kandungnya dilahirkan dengan baik yang di bantu oleh para media di RSUD Magretty,” harapnya. (AT/tim)



















