Ambon, Ambontoday.com- Memperingati Hari statistik ke-63 tahun, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menggelar Seminar Berkualitas untuk Indonesia Maju, yang berlangsung di The Natsepa Hotel, Selasa (26/9/2023).
Hadir dalam kegiatan Kepala KPw BI Provinsi Maluku, Rawindra Adriansyah, Hadi Basalamah dan Dr. Izach Matitaputty sebagai Nara sumber, Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwalapia, dan 103 Peserta.
Dalam arahan Pattiwalapia mengatakan, salah satu aspek penting untuk mendukung Strategi
Penanggulangan Kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang
akurat dan tepat sasaran.
Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin.
“Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka,” katanya.
Diakui, Secara umum kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi dimana
seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak
dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang
bermartabat.
Definisi yang sangat luas ini menunjukkan kemiskinan merupakan masalah multi dimensional, sehingga tidak mudah untuk mengukur kemiskinan dan perlu kesepakatan pendekatan pengukuran yang dipakai.
Untuk mengukur tingkat kemiskinan di
Indonesia, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi
kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini,
kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan & bukan makanan).
“Kegiatan Seminar yang dilakukan oleh BPS Provinsi Maluku mengambil
tema “Tantangan dan Peluang Mengatasi Kemiskinan Maluku:
Peran Statistik Berkualitas untuk Kemajuan Maluku” dan merupakan
bagian dari perayaan Hari Statistik Nasional yang jatuh pada tanggal 26
September setiap tahunnya. Tema ini sangat relevan dengan tantangan
yang dihadapi oleh Provinsi Maluku dalam upaya mengurangi tingkat
kemiskinan,”jelasnya.
Ditambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi statistik,
mendorong kolaborasi antar stakeholder, serta membuka pintu bagi
perbincangan dan perumusan strategi konstruktif dalam mengatasi tantangan kemiskinan yang dihadapi oleh Provinsi Maluku.
“Semoga dengan semangat dan tekad yang kuat, kita dapat melaksanakan
kegiatan ini dengan lancar dan sukses, serta dapat memberikan manfaat bagi kemajuan Maluku dan Indonesia,” harapnya. (AT-009)





















