Program GSM di SPP Provinsi Maluku Berjalan Baik dan Sudah 3 Kali Panen

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon.- Gerakan Sekolah Menanam (GSM) yang dicanangkan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, pada bulan Mei 2025 kemarin di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Provinsi Maluku, berjalan baik dan produktif dengan hasil panen tanaman Cabai yang masih terus akan berlangsung.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah, SPP Provinsi Maluku, Ahmad Tualepe, SP., M.Si melalui Kasubag Tata Usaha, Franki F. Untailawan,SP.,M.Ec.Dev kepada media ini, Kamis 11 Desember 2025.

Menurutnya, hasil tanaman Cabai sudah bisa dipanen dimana pada 17 November 2025 mulai memasuki ajar panen denan hasil 6 kg Cabai yang sudah matang. Ada 2 jenis Cabai yang ditanam yakni jenis Kara dan Juwita.

Panen perdana secara masiv itu pada tanggal 24 November dengan hasil panen sebanyak 38 kg, kemudian di tanggal 1 Desember kita melakukan panen kedua dengan hasil 46 kg, penen berikutnya di tanggal 8 Desember dengan hasil  63 kg.

Walaupun sudah 3 kali panen namun, pertumbuhan Cabai masih menunjukan panen lanjutan sampai pada Januari 2026, karena tanaman Cabai masih mengeluarkan bunga dan buah.

‎“Jadi sudah tiga kali panen dengan total jumlah hasil panen yakni 153 kg. Musim panen masih akan berlanjut hingga bulan Januari 2026 nanti mengingat saat ini tanaman Cabai masih terus mengeluarkan bunga dan buah.

Proses panen yang diperkirakan akan terus berlanjut ini hasilnya tergantung dari bagaimana kita memperlakukan tanaman tersebut, terutama tetap menjaga tumbuh kembang tanaman dan cara panen, karena memang dalam pertumbuhannya sampai saat inipun masih ada serangan hama yang mengakibatkan tanaman layu,”jelas Franki.

Dikatakan, dari saat mulai penanaman yang dicanangkan oleh Pak Gubernur, Hendrik Lewerissa pada bulan Mei kemarin, estimasi untuk hasil panen itu berkisar di angka 300an kg, jika dibandingkan dengan hasil yang sudah kita panen sampai saat ini 153 kg berarti sudah sekitar 40% dari estimasi awal.

Baca Juga  Presiden Bahas Pilpres hingga Pilkada dengan Pimpinan Partai

Terkait dengan penjualan hasil panen Cabai, menurutnya, hasil panen Cabai tersebut langsung dijual kepada pedagang pengumpul sehingga nilai penjualan tetap disesuaikan dengan harga pasar.

‎“Jadi hasil panen Cabai yang sudah kita kumpul selanjutnya kita jual ke pedagang pengumul dengan tetap berpatokan pada harga pasar. Dari pedagang pengumpul inilah baru hasil panen cabai itu didistribusikan ke pasar atau pedagang pengecer.

Itu berarti, harga jual yang kita kasih ke pedagang pengumpul tentu sedikit lebih murah di angka 70 ribu per kilo, kalau kita bandingkan dengan harga Cabai di pasar saat ini rata-rata satu kilogram Cabai di pasar berkisar di angka seratus ribuan,” ungkapnya.

Franki menambahkan, untuk menjaga tanaman Cabai tetap produktif kedepan, maka langkah-langkah pemberian nutrisi kepada tanaman tetap harus dijaga serta memperhatikan tanaman yang terserang hama harus segera dicabut, tutupnya. (AT)

Berita Terkini