Refleksi 100 Hari Pemerintahan LHM-GES: Menata Ulang Semangat Bursel Humanis

Spread the love

Refleksi 100 Hari Pemerintahan LHM-GES: Menata Ulang Semangat Bursel Humanis

Ambontoday.com – Saudaraku masyarakat Buru Selatan, khususnya para intelektual muda dan aktivis, dalam beberapa waktu terakhir kita menyaksikan perbedaan pendapat yang cukup tajam di media sosial. Perbedaan ini seringkali berubah menjadi saling menyalahkan, bahkan seolah-olah ingin menunjukkan siapa yang paling benar atau paling berpihak pada kelompok tertentu, termasuk terhadap pemerintahan LHM-GES dengan slogan “Bursel Humanis”.

Namun, jika kita renungkan bersama, semangat Bursel Humanis yang digaungkan oleh pemerintah sejauh ini masih jauh dari kenyataan. Baik di dunia maya maupun dalam kehidupan sehari-hari, kita masih sering terjebak dalam sikap saling menghakimi, terutama ketika ada suara kritis yang dianggap menyerang pemerintah. Padahal, filosofi pemerintahan humanis sangat mulia: menghapus sekat-sekat suku, agama, dan golongan demi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Dalam konteks perubahan sosial yang kita dambakan, penting untuk memahami “Teori Gerakan Sosial” yang menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi melalui gerakan atau aksi kolektif yang dilakukan oleh kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, perubahan tidak akan datang begitu saja tanpa adanya partisipasi aktif masyarakat yang bersatu dalam menyuarakan aspirasi dan kritik. Kritik yang membangun dan aksi kolektif inilah yang menjadi kekuatan untuk mendorong pemerintah melakukan perbaikan nyata.

Oleh karena itu, saya mengajak kita semua, terutama para simpatisan dan pendukung pemerintah, untuk lebih bijak dan terbuka dalam menyikapi kritik dan perbedaan pendapat. Mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi dan refleksi yang membangun, bukan sebagai alat untuk saling menjatuhkan.

Kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan, saya berharap momentum 100 hari kerja ini menjadi titik evaluasi yang serius. Dengarkanlah suara masyarakat dengan hati terbuka, jadikan kritik sebagai masukan berharga, dan jangan anggap pengkritik sebagai musuh. Sebaliknya, melalui kritik dan dukungan bersama, pemimpin dapat mengidentifikasi masalah nyata dan mengambil keputusan yang tepat demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Baca Juga  Meneropong Fakta Kurangnya Perhatian Pemerintah Terhadap Fasilitas Pendidikan " siswa dan orang tua menjadi sasaran".

Mari kita bersama-sama mewujudkan Bursel yang benar-benar humanis, di mana setiap orang dihargai tanpa memandang latar belakang. Pemerintah dan masyarakat harus saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Semoga 100 hari kerja ini menjadi awal perubahan menuju Buru Selatan yang lebih baik, adil, dan beradab.

*Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.*

*Abdul Hamid Souwakil S. P., M.H*
(Tokoh muda Buru Selatan)

Berita Terkini