Ridwan Nurdin Suarakan Nasib Guru Honorer Swasta: Pejuang Sunyi yang Terabaikan

Spread the love


Ridwan Nurdin Suarakan Nasib Guru Honorer Swasta: Pejuang Sunyi yang Terabaikan

Ambontoday.com – Ambon – Di balik riuhnya politik dan hiruk-pikuk pembangunan, ada suara lirih yang datang dari puncak Karang Panjang Ambon. Suara itu disuarakan seorang anak muda asal kabupaten Buru Selatan

yang kini duduk di kursi DPRD Provinsi Maluku, Ridwan Nurdin, politisi Partai NasDem.

Ridwan bukan sosok baru. Ia adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan tiga periode, yang kiprahnya selalu dekat dengan denyut nadi rakyat kecil. Kali ini, ia mengangkat persoalan yang kerap luput dari sorotan: nasib guru honorer di sekolah-sekolah swasta.

“Guru swasta adalah pejuang sunyi pendidikan. Dengan gaji minim, tanpa kepastian status, mereka tetap mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa,” ujar Ridwan dalam keterangannya.

Namun, di balik pengorbanan itu, ironi menyayat hati yang tak seindah Teluk Tifu. Guru honorer swasta tidak mendapat kesempatan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ataupun pegawai paruh waktu oleh negara. Padahal, keringat dan dedikasi mereka sama besarnya dengan guru di sekolah negeri—bahkan seringkali lebih berat, karena mereka harus bertahan di tengah segala keterbatasan.

Ridwan menegaskan, pemerintah pusat harus membuka skema afirmasi khusus bagi guru swasta agar dapat ikut serta dalam seleksi PPPK. Lebih dari itu, regulasi yang adil harus disusun, sehingga pengalaman panjang mereka dalam mendidik diakui setara dengan guru negeri.

“Jika pemerintah pusat tidak menyiapkan kebijakan ini, maka keadilan pendidikan hanya akan menjadi slogan kosong. Para pahlawan tanpa tanda jasa itu akan terus terpinggirkan, meski mereka membangun negeri ini dengan ilmu dan kasih,” tegasnya.

Pesan Ridwan bukan sekadar kritik, tetapi juga ajakan untuk berjuang bersama. Sebuah seruan yang diiringi doa agar tulisan dan suara ini sampai ke telinga Presiden, kementerian terkait, hingga pemimpin daerah.

Baca Juga  Lintas analisa dan Kajian Ilmiah,Aksi Solidaritas Keprihatinan Terhadap Tanimbar Zona Merah

“Ayo kita berjuang,” tutupnya, menggaungkan semangat solidaritas demi masa depan pendidikan yang lebih adil.

[Nar’Mar]

Berita Terkini