Jakarta, ambontoday.com — Guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas beretika, dan bermanfaat bagi Negara Republik Indonesia (NRI), program Pemerintah Pusat untuk menghadirkan Sekolah Rakyat merupakan solusi yang tepat guna menjawab keluhannya anak bangsa yang kurang mampu dan kadang ditolak pada jenjang pendidikan bersifat rayon.
Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) yang juga Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Steven Izaac Risakotta, katakan, Sekolah Rakyat merupakan jaring pengaman pendidikan bagi semua anak Indonesia tanpa terkecuali, untuk dapat menjawab mutuh pendidikan di NRI.
Steven juga menilai, Sekolah Rakyat bukan sekadar program, namun itu bentuk nyata inklusi pendidikan yang memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan menuntut ilmu disetiap jenjang pendidikan.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar program, melainkan jaring pengaman bagi setiap anak Indonesia tanpa kecuali. Ini adalah bentuk nyata inklusi, di mana pendidikan menjadi hak, bukan beban. Kita wajib pastikan setiap anak, dari Sabang sampai Merauke, memiliki ruang belajar yang layak dan merdeka,” kata Steven di Jakarta, Senin (26/8/2025).
Lelaki berdarah Maluku itu menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga wilayah terpencil yang seringkali terlewatkan dalam sistem pendidikan formal.
“Inklusi bukan slogan. Ini kewajiban kita, agar tidak ada anak tertinggal dalam meniti ilmu di dunia pendidikan,” ujarnya.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat dipandang perlu sebagai suatu terobosan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia di Indonesia, sekaligus memastikan prinsip keadilan sosial dapat terwujud dalam bidang pendidikan. (AT/BT)



















