Soal Rencana PAW Dadiara, Pemuda Yawuru Minta Samloy Jangan Asbun

Spread the love

Kisar, ambontoday.com – Kisru proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terhadap Aleks Dadiara jebolan partai PKPI itu, yang pernah diainggung oleh orang diluar internal Partai yakni Yordan Samloy yang mengatasnamakan tokoh pemuda Yawuru.

“Dia tokoh pemuda dari mana?, dari marganya memang orang Yawuru tapi, banyak orang tidak kenal dia.sejak kapan orang menokohkan dia sebagai tokoh pemuda ? ” ujar Rony Dahoklory salah satu pemuda Yawuru yang juga sebagai ketua ranting PKP desa wonreli kepada media ini Jumat, (26/8).

Menurutnya, Samloy jangan mencampuri urusan internal partai karena Itu domainnya partai politik lagian, lagian Yordan punya kontribusi apa buat Alex dadiara dan partainya PKP. Dia itu bukan siapa-siapa di partai. Jadi Jangan ngaku-ngaku sebagai konstituennya Pa Aleks karena sewaktu proses pileg 2019 lalu, Yordan masih berkuliah di Ambon dan tidak mungkin saja namanya tidak masuk dalam DPT tegas Dahoklory.
“Jadi saran saya mending dia masuk dalam sebuah organisasi partai politik untuk belajar di sana tentang anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sebuah partai politik, sehingga dia mengerti tentang mekanisme PAW itu di usulkan dari bawah, bukan atas cuitan aktivis dan pemerhati medsos. Jadi eloknya saudara Yordan fokus saja pada urusannya.
Dahoklory jelaskan, selaku kader partai PKP, pada pemilu legislatif 2019 lalu, dirinya ikut mengantarkan Dadiara ke kursi legislatif dari dapil satu yakni, Kisar-Romang-Wetar.
Ditambahkan, Anggota DPRD itu dicalonkan dari partai PKPI sehingga yang berhak mengusulkan PAW itu dari PKPI selaku partai pengusung.
“Sudah tentu partai punya indikator dan penilaian tersendiri terhadap para kadernya yang duduk di DPRD baik di tingkat kabupaten, kota, propinsi pusat”.
Menyinggung soal komentar Samloy pada salah satu media online beberapa waktu lalu, yang menuliskan “Samloy Juga Menduga bahwa PAW terjadi juga karena kedekatan Pa Alex dan Bupati MBD Karena kepentingan 2024. Saya kemudian bertanya dalam diri saya, bukankah PKPI kemarin mendukung pasangan BTN-ARI sehingga beliau harus membangun komunikasi yang lebih intens dengan pemerintah daerah MBD ?? (Semoga isunya tidak benar)”.
Dugaan Samloy yang tidak mendasar ini, ditepis Dahoklory dengan rada ketawa ( sedikit merasa lucu). dengan tegas Dahoklory menegaskan bahwa, terkait PAW tidak ada korelasinya dengan kekerdilan dari isu yang dimainkan. ” jadi saya minta Yordan Samloy jangan asal bunyi (asbun)”,tandasnya.

Baca Juga  Dewan Pembina HIMAPEL ; Buka Mubes Kerukunan Pemuda Pelajar Abat Ambon (KPPA)

Sementara itu, anggota dewan pembina DKP PKP MBD S.H Katipana menegaskan, kedekatan dan komunikasi antara seorang anggota DPRD dengan Bupati (Pemerintah daerah) adalah hal wajar karena keduanya merupakan lembaga pemerintah dan unsur penyelenggaraan pemeritahan di daerah Namun soal rencana PAW sama sekali tidak didasarkan pada pertimbangan itu. Ujarnya.
Bagi Katipana yang sejak awal berdarah-darah mengantarkan Dadiara ke kursi DPRD MBD itu menambahkan, Partai politik punya mekanisme tersendiri. dan sepengetahuan saya, ketidaktaatan dan ketidakloyalan Dadiara sendiri di anggap sebagai proses pembangkangan dan penggembosan terhadap partai karena terkesan mengabaikan instruksi baik secara lisan maupun tertulis dari DPN (Dewan Pimpinan Nasional), DPP, dan DPK. Kaitannya dengan sikapnya maka, Dadiara telah diberikan surat teguran selama dua kali berturut-turut oleh DPK (Dewan Pimpinan Kabupaten) dan usulan serta mekanisme selanjutnya sudah jalan dan kita tunggu keputusan pusat.
Katipana juga menduga, Samloy hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk ingin membatalkan proses tersebut sedangkan dia sendiri sama sekali tidak punya kontribusi terhadap Alex Dadiara, dan partai PKP. Dia menilai Samloy telah jauh melenceng masuk dalam internal PKP karena, dia sama sekali tidak tahu – menahu soal internal PKP tutupnya. (AT/JM)

Berita Terkini