Suara Kemanusiaan dari Rumah Sakit: Himbauan Penuh Harap dari Keluarga Pasien

Spread the love

Suara Kemanusiaan dari Rumah Sakit: Himbauan Penuh Harap dari Keluarga Pasien

AmbonToday.com — Di balik tembok rumah sakit, tersimpan banyak harapan dan kesedihan. Di ruang-ruang putih yang sunyi, ada tubuh-tubuh lemah yang sedang berjuang, ada hati-hati yang merapal doa. Maka, ketika kita datang membesuk, marilah membawa ketenangan, bukan keramaian.

Sebuah himbauan disampaikan dengan tulus oleh keluarga besar dari Pasar Kuwait, usai mengalami momen tak menyenangkan saat menjenguk kerabat mereka yang baru saja menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Alkhatiri.

“Assalamu’alaikum, mohon perhatiannya,” demikian awal pesan itu. Mereka mengisahkan bahwa saat baru satu menit duduk menjenguk pasien, sudah diingatkan untuk keluar dari ruangan. Bukan karena mereka melanggar, tapi karena jumlah pembesuk yang hadir lebih dari ketentuan.

“Kami patuh, kami ikut aturan,” tulis salah satu anggota keluarga. Namun, mereka berharap, ada sedikit kelembutan dalam menyampaikan larangan. Bukan teguran keras, apalagi dengan nada yang mengiris perasaan.

“Ibu cantik itu datang menegur kami—bahwa ini bukan tempat wisata, bukan tempat piknik,” kisah mereka. Tak lama kemudian, petugas pun mendatangi, menguatkan pernyataan bahwa jumlah pembesuk maksimal hanya dua orang.

“Kami mengerti,” lanjut narasi mereka yang ditulis secara terbuka di Media Sosial, “tapi apakah salah jika kami meminta sejenak waktu? Hanya sebentar, untuk menghargai mereka yang datang jauh-jauh, meluangkan waktu di tengah lelah dan letih.”

Sebuah Himbauan Bernada Harap

Melalui pengalaman ini, mereka tidak berniat melawan aturan. Justru mereka menyampaikan sebuah pesan yang penuh harap dan sopan santun: agar siapa pun yang hendak membesuk pasien, mematuhi aturan maksimal dua orang. Ini bukan tentang melarang, tapi tentang menjaga ketertiban dan kenyamanan semua pihak.

Baca Juga  Ayo Menabung,Bank Maluku Cabang Masohi Gelar Sosialisasi Dan edukasi Tabungan SIMPEL Di SD Kristen Masohi

Namun mereka juga berharap, pihak rumah sakit dan petugas dapat lebih humanis, lebih ramah dalam menyampaikan aturan. Sebab di balik wajah-wajah pembesuk, ada rindu, ada doa, dan ada cinta yang ingin disampaikan kepada mereka yang sedang terbaring lemah.

Karena rumah sakit bukanlah mall, bukan pula tempat pesta. Tapi bukan berarti tak boleh ada senyum dan kelembutan saat menyapa mereka yang datang membawa kasih sayang.

Bagi kita semua yang mungkin suatu hari menjenguk keluarga, marilah kita hormati aturan. Tapi juga, marilah kita pelihara sikap empati. Karena kadang, bukan kata-kata yang menyakiti, melainkan cara menyampaikannya.

Semoga Rumah Sakit menjadi tempat bukan hanya untuk menyembuhkan tubuh, tapi juga memulihkan rasa dan kemanusiaan.

[Nar’Mar]
.

Berita Terkini