Tanda dan Alasannya: Mengapa Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D?

Spread the love
Tanda dan Alasannya: Mengapa Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D?
Tanda dan Alasannya: Mengapa Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D?

Tanda dan Alasannya: Mengapa Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D?, Vitamin D terkenal sebagai vitamin dari cahaya matahari yang amat penting bagi kesehatan tulang manusia dalam proses tumbuh-kembang dan perawatannya. Ada berbagai metode untuk mengambil manfaat vitamin D guna mencukupi asupan harian tubuh kita, di antaranya adalah dengan menyerap paparan sinar matahari secukupnya.

Tanda dan Alasannya: Mengapa Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D?

Di samping itu, Anda perlu memasukkan ke dalam diet makanan kaya akan vitamin D seperti berbagai tipe ikan, minyak hati ikan, kuning telur, dan produk susu yang diperkaya atau jus buah seperti jus jeruk.

Jika tubuh Anda tetap merasa kekurangan vitamin D, sebaiknya konsumsilah suplemen atau kapsul berisi vitamin D tersebut. Maka, bagaimana akibatnya jika tubuh manusia kurang vitamin D? Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, yang dikenal sebagai osteoporosis pada orang dewasa dan rakhitis pada anak-anak.

Kadar vitamin D yang rendah dalam darah juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan stroke, depresi, multiple sclerosis, dan diabetes tipe 2.

Sebagai persiapan menghadapi hal tersebut, pahami 8 gejala dan sebab tubuh Anda mungkin kurang vitamin D seperti dikutip dari situs WebMD pada hari Kamis (8/5) sebagai berikut:

Ketidakcukupan Nutrisi dari Makanan yang Memiliki Kandungan Vitamin D

Mayoritas makanan kaya akan vitamin D didapat dari produk hewani, antara lain ikan berminyak, minyak lever ikan, kuning telur, keju, sejumlah jenis jamur, serta hati sapi. Makanan yang telah diperkaya juga termasuk dalam daftar ini, contohnya susu dan sereal.

Defisiensi vitamin D akibat kekurangan nutrisi dapat dialami oleh orang-orang yang menjalani diet ekstrem atau mengikuti pola makan vegan. Oleh karena itu, penting untuk selalu berkomunikasi dengan dokter secara rutin guna memastikan bahwa tingkat vitamin D Anda masih optimal.

Baca Juga  Ini 5 Makanan Sehat yang Kaya Vitamin P dan Jarang diketahui

Kekurangan Paparan Sinar Matahari

Secara natural, tubuh manusia menghasilkan vitamin D saat wajah, lengan, tangan, serta kaki terkena cahaya matahari antara 5 hingga 30 menit setiap hari.

Dalam kasus tersebut, orang-orang berisiko mengalami defisiensi vitamin D jika mereka sering kali berkutat di dalam ruangan, menetap di wilayah dengan iklim bersuhu dingin, atau selalu menggunakan sunscreen saat pergi ke luar rumah.

Di samping itu, musim dingin yang berlangsung bisa pula jadi penyebab kekurangan paparan cahaya matahari sebab orang lebih memilih melakukan aktivitas di dalam ruangan akibat suhu udara yang rendah.

Gen Kulit Gelap

Orang dengan warna kulit hitam dikarenakan adanya pigmen bernama melanin. Meskipun melanin bisa berfungsi sebagai pelindung kulit dari paparan sinar UVB, namun hal ini sekaligus mencegah kulit dalam proses produksi vitamin D saat terkena cahaya matahari.

Inilah sebabnya mengapa individu dengan selulit hitam lebih condong untuk merombak jumlah produksi vitamin D yang kurang daripada mereka yang memiliki genotipe berkulit cerah.

Menderita Penyakit Ginjal atau Hati

Sebenarnya, vitamin D terdiri dari bentuk aktif dan tidak aktif dalam tubuh manusia. Ginjal dan lever manusia menyediakan enzim yang mampu merubah bentuk tidak aktif tersebut menjadi bentuk aktif.

Jika tubuh mengalami masalah pada organ ginjal dan hati, produksi enzimnya akan menurun sehingga dapat menyebabkan peningkatan risiko defisiensi vitamin D.

Memilikii Keadaan Spesifik yang Berdampak pada Kemampuan Menyerap Vitamin D

Penyakit Crohn, fibrosis kistik, serta kondisi celiac bisa membuat proses penyerapan vitamin dan nutrisi oleh usus menjadi lebih rumit akibat makanan yang dikonsumsi.

Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Sebagian obat bisa menyebabkan liver menguraikan vitamin D dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada normalnya. Beberapa obat ini antara lain:

  • Karbamazepin digunakan untuk menangani kejang, rasa sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf di wajah, serta mania atau kombinasi episode dalam kasus penderita gangguan bipolar tipe I.
  • Kolestiramin dan kolestipop, digunakan sebagai obat penurun kolesterol
  • Klotrimazol, digunakan sebagai obat bagi penyakit akibat infeksi jamur.
  • Deksametason serta prednisone digunakan untuk mengatasi inflamasi
  • Nifedipine, digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi
  • Orlistat, digunakan sebagai obat pengontrol berat badan
  • Fenobarbital, digunakan untuk mengontrol serangan kejang serta meringankan ketakutan atau cemas.
  • Rifampisin digunakan dalam pengobatan tuberkulosi serta sebagian kasus meningitis.
  • Spironolaktone, digunakan untuk mengatasi hipertensi dan gangguan jantung.
Baca Juga  Susu Kambing Etawa: Sumber Alami Zat Antibakteri

Obesitas

Secara sebenarnya, vitamin D adalah jenis vitamin yang dapat larut dalam lemak. Seseorang yang mengalami kegemukan atau obesitas biasanya menimbun lebih banyak vitamin D di dalam sel-sel adiposa, hal ini disebabkan oleh adanya stok lemak ekstra pada tubuh mereka.

Sama seperti orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih biasanya memiliki konsentrasi vitamin D yang rendah di dalam darah, namun levelnya cukup tinggi di dalam sel-sel lemak mereka.

Sudah Melakukan Pembedahan Untuk Mengurangi Bobot

Operasi yang dilakukan untuk mengurangi berat badan dengan cara menyempitkan ukuran lambung atau melompati bagian dari usus halus pastinya akan memengaruhi kapabilitas tubuh dalam menyerap nutrisi.

Organ pencernaan dengan kemampuan penyimpanan berkurang akan mengalami kesulitan dalam penyerapan nutrisi, vitamin, serta mineral yang masuk ke dalam tubuh. Cara mengatasinya adalah dengan rutin memeriksakan tingkat nutrisi Anda kepada dokter.

Berikut adalah 8 tanda tubuh Anda kurang mendapatkan vitamin D yang bisa dikenali. Pastikan selalu menjaga kesehatan Anda dengan mengunjungi dokter secara rutin untuk pemeriksaan.