Telah Dibantu, Staf Disdukcapil BurseL Di Maki dari Salah Satu Warga

Spread the love

Telah Dibantu, Staf Disdukcapil BurseL Di Maki dari Salah Satu Warga

Ambontoday.com – Salah satu warga Buru Selatan, Provinsi Maluku, Syahud Lesilawang (SL), yang telah dibantu pengurusan mutasi perpindahannya, namun mengeluarkan kata makian kepada salah satu Staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buru Selatan yang dengan niat tulus telah membantunya.

Demikian disampaikan oleh Operator Siak, Rahmat Fadly kepada media ini di kantornya, Jumat 25/4/2025.

“Kemarin itu pelayanannya dia (SL) itu pindah dari Weda Maluku Utara, tidak punya kenalan di Capil Weda dan lakukan koordinasi di sini mau pindah dan minta Capil di sini bantu,” jelas Fadly.

Jelasnya lanjut, pihaknya akan membantu dan menyarankan agar yang bersangkutan menyiapkan semua berkasnya.

“Saya suruh ambil berkas formulir dan kami juga bantu berikan materai, kami suruh dia masukan. Kita kirim ke Capil Weda,” ujarnya.

Kata Fadly, mungkin pengiriman data dari Capil Weda lama, yang bersangkutan pulang balik menanyakan namun input dari Weda belum juga masuk di Capil BurseL.

“Dia tanya bagaimana, kami jawab input dari Capil Weda belum masuk. Kami jelaskan, nanti ada staf bantu konfirmasi ke admin Capil Weda, agar atas nama SL dipindahkan ke Buru Selatan,” ujarnya.

Jika input data perpindahan dari Weda ke Buru Selatan sudah dilakukan, kata Fadly, dirinya juga membantu membuat Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“KK sudah jadi, karena bikin KTP harus bikin KK dulu. Dia kasih masuk KK untuk cetak KTP jam 11.00 Wit,” ujarnya.

Pada saat itu lanjut Fadly, dirinya menganjurkan agar SL kembali besok untuk mengecek kembali.

Baca Juga  Januari s/d Oktober 2022, 27 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Bursel

“Besoknya dia datang karena lama, dia bilang, kamong (kalian) ini beta pulang balik dengan ojek, barang-barang belum jadi. Kerja seperti tai saja,” jelas Fadly mengutip ucapan SL pada dirinya.

Fadly kemudian menjelaskan padanya bahwa ada banyak Siswa ujian yang juga melakukan pengurusan perekaman sehingga yang bersangkutan SL ini di daftar tunggu.

“Langsung dia maki, kamong (kalian) dalam p–i semua, kerja seperti tai saja, kerja takaruang. Lalu Beta bilang, bicara baik-baik saja, katong layani abang dengan baik-baik kenapa harus emosi seperti itu?,” jelas Fadly.

Lanjut Fadly lagi, usai sampaikan kata makian, dia langsung jalan keluar sambil mengumpat kata makian lagi.

Jelas Fadly, langsung Kadis dan Sekertaris keluar dari ruangan mereka untuk melihat apa yang terjadi.

“Kadis panggil dia, tetapi dia mau berkelahi dengan Sekertaris Dinas. Sekertaris panggil dia dan tanyakan dia maki, dia jawab ia beta maki barang kenapa,” cerita Fadly.

Sementara Kadis Rustam Makatita kepada media ini di ruang kerjanya mengaku menyesalkan insiden tersebut.

Dikatakan pihaknya hanya membantu yang bersangkutan untuk pindah dari Weda ke Buru Selatan.

“Kami hanya membantu. Seharusnya dia (SL) yang urus pindah di Weda dan kami disini hanya menerima,” jelas Makatita.

Makatita menjelaskan, itu masalah Surat Keterangan Mutasi Warga Negara Indonesia (SKMWNI) dari daerah asal.

Dia dari Weda mau mutasi ke sini (BurseL). Harusnya dia yang urusan sendiri, kami hanya bantu,” jelas Makatita.

Mantan Sekda ini mencontohkan, jika ada warga dari daerah lain mau pindah ke buru Selatan, maka yang bersangkutan harus mengurusnya sendiri di daerah asal.

Ia berharap peristiwa tersebut tidak terulang lagi. (Biro BurseL)
.

Berita Terkini