Tentara IDF Ketakutan saat Baku Ditembak dari Belakang oleh Pejuang Gaza

Spread the love

Ambontoday.com, GAZA – Video dari kamera badan militer IDF  tersebar luas dan menjadi tren di media sosial. Klip tersebut memperlihatkan para tentara IDF berlarian dalam kepanikan setelah diserang oleh pemberontak Palestina yang mengacu Aljazirah hanya seorang diri.

Video tersebut menunjukkan insiden pertempuran langsung antara militer Israel dan pemberontak Palestina di dalam bangunan di Tepi Barat. Bagian dari klip ini menggambarkan serbuan yang dialami oleh pasukan Israel, termasuk lemparan granat tangan serta luka-luka pada beberapa tentara akibat baku tembak secara langsung dan dekat dengan militan Palestina.

belum ada rilis resmi dari idf tentang perekaman itu. meskipun begitu, perlawanan para pejuang palestina kemudian naik lagi setelah israel melanggar gencatan senjata di bulan maret silam. beberapa serangan oleh pejuang palestina sudah direkam, sedangkan idf menyatakan bahwa satu orang tentaranya tewas dan banyak lainnya cedera parah dalam insiden ini.

Video tersebut mengundang respons besar di media sosial. Ratusan ribuan aktivis Palestina dan Arab membincangkan rekaman terebut, mengapresiasi keberanian para pejuang dan menertawakan kekonyolan yang yang terlihat pada tentara kolonis Israel.

“Semua ketakutan, teriakan, dan kepanikan di antara barisan tentara Israel, yang dikatakan tidak terkalahkan, hanya dihadapi oleh satu pejuang perlawanan!” Aktivis Saad Qaziel mengatakan di halaman platform X-nya dilansir
Aljazirah Arabia.

Pada saat yang sama,aktivis Abu Islam al-Mardawi menyatakan bahwa seluruh topeng sudah dilepaskan dari pasukan penjajah di insiden tersebut.”Perhatikan mereka,mereka mundur dengan penuh rasa takut,tidak memiliki kepercayaan diri ataupun keteguhan.Dengan hilangnya dukungan Amerika yang tak terbatas,mereka tidak akan mampu bertahan dalam pertempuran ini.”

Aktivis Adham Abu Salmiya menyatakan bahwa klip video tersebut mencerminkan realita seputar peperangan di Gaza yang enggan ditunjukkan oleh penjajah. “Perkelahian up close terjadi dalam suatu bangunan di Khan Yunis antara gerakan perlawanan dan pasukan penjajah. Hal itu meruntuhkan mitos ketampanan mereka serta memaparkan para penjajah yang kewalahan dan tak berkutik, sering kali mengimbangi kekurangannya dengan intimidasi kepada rakyat biasa dan pemboman hunian.”

Baca Juga  Jerman Siap Hadapi Perang - "Ancaman dari Rusia dan Putin Mengintai Kami"

Seorang pengguna Twitter Menggarap teks berbunyi: “Perjuangan dimulai dari posisi tidak ada, di mana individu tersebut bertarung melawan sekumpulan pasukan militer, melepaskan tembakan dengan peluru serta bom sekuat tenaganya dan kegigihannya, sedangkan yang bersangkutan terus dilindas oleh musuhnya.” Sebagian pihak yakin bahwa klip video itu mengilustrasikan kontras tegas antara sikap brutal pengepung saat mereka cuma menyasar wanita dan balita, lalu fragilitas mereka sewaktu harus meredam pertentangan.

Analisis militer dari Israel menduga ada kenaikan dalam aktivitas perlawanan oleh kelompok Palestina di wilayah Jalur Gaza. Ini terjadi seiring dengan pengurangan pasukan Israel akibat adanya banyak korban tewas serta sikap penolakan dari anggota tentara cadangan yang enggan melanjutkan tugas dalam pertempuran ini, menganggap bahwa misi tersebut pada dasarnya diperuntukkan untuk mempertahankan masa jabatan Benjamin Netanyahu sebagai pemimpin pemerintahan.

Pada hari Selasa, laporan keamanan utama dari Jalur Gaza muncul lagi di website Israel sesudah serangan oleh para pejuang yang menyebabkan satu anggota Tentera Israel (IDF) meninggal dunia. Website tersebut membenarkan adanya beberapa korban luka akibat peristiwa ini dan mereka saat ini tengah dilarikan ke rumah sakit di Israel; namun tidak ada penjelesan tambahan tentang hal itu.

Channel 7 Israel
juga menyatakan bahwa kedua kaki dari dua prajurit perempuan yang luka akibat sergapan yang dilancarkan Brigad Izzuddin al-Qassam, bagian militernya Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), pada hari Sabtu di sekitar Beit Hanoun, harus mengalami amputasi.

Lembaga Penyiaran Israel menyatakan bahwa kejadian di wilayah utara Gaza kemarin berlokasi tak jauh dari tempat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama dengan Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz beberapa minggu sebelumnya.

Baca Juga  Israel Serang Hamas, Menewaskan lebih 60 Orang

Brigade Qassam menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas penyerangan ke kompleks itu pada hari Minggu, merilis informasi tentang serbuan yang ditujukan kepada tentara Israel di Beit Hanoun, yang berada di sebelah utara Jalur Gaza.

Pasukan itu mengumumkan dalam pernyataan yang disampaikan lewat Telegram bahwa mereka telah melancarkan sergapan bernama “Mematahkan Pedang” di bagian timur Kota Beit Hanoun. Mereka juga menjelaskan bahwa misil antitank mereka ditujukan pada armada militer dari unit intelijen pertempuran divisi Gaza Tentara Israel. Setelah pasukan dukungan datang untuk memberi bantuan, mereka pun jadi target roket antipersonel, sehingga merenggut nyawa serta mencederai beberapa orang dari pihak mereka.

Brigade Izzuddin al-Qassam juga mengunggah klip video yang memperlihatkan hancurnya tiga tank modern milik tentara Israel di wilayah timur kota Gaza. Video tersebut membuktikan bahwa pemberontak Palestina tetap dapat melakukan pertahanan dengan efektif di Tepi Barat Gazza.

Berita Terkini