Teriakan Sunyi di Sungai Poli: Warga Desa Lena Tewas Mengenaskan Diduga Diterkam Buaya

Spread the love


Teriakan Sunyi di Sungai Poli: Warga Desa Lena Tewas Mengenaskan Diduga Diterkam Buaya

Ambontoday.com – Sunyi yang mencekam menyelimuti Sungai Poli, Desa Lena, Kecamatan Waesama, Minggu siang (20/07/2025), saat tubuh seorang pria ditemukan tak bernyawa di pelukan maut seekor buaya. Lelaki malang itu, Tahu Tasane (40), menjadi korban keganasan alam yang seolah menuntut hak atas wilayahnya yang terusik.

Kisah tragis ini bermula dari niat sederhana: mencari ikan di malam yang tenang. Sekira pukul 20.00 WIT, Tahu pamit kepada sang istri, membawa dua panah ikan, sebilah parang, dan sebuah senter kepala. Ia menyusuri gelapnya Sungai Poli, tak menyangka bahwa malam itu adalah perpisahannya dengan dunia.

Pagi harinya, kekhawatiran berubah menjadi kecemasan. Tahu tak kunjung pulang. Sang istri, yang gelisah menanti, akhirnya melaporkan kejadian itu ke pemerintah desa. Informasi lalu diteruskan ke Polsek Waesama. Tanpa menunda waktu, Kapolsek IPDA Novi Abraham Waelauruw memimpin langsung pencarian bersama personel Polsek dan warga.

Saat pencarian dilakukan, suara panik terdengar dari muara. Seorang saksi melihat seekor buaya menggigit tubuh manusia. Detik-detik menegangkan itu menjadi saksi bisu perjuangan antara buasnya alam dan harapan manusia. Tak lama kemudian, buaya itu melepaskan tubuh yang sudah tak bernyawa. Luka cakar dan gigitan mengoyak dada, rusuk, dan paha korban.

Dengan air mata dan tangan bergetar, warga bersama personel Polsek Waesama mengevakuasi jasad Tahu Tasane dari derasnya arus sungai. Tubuhnya yang penuh luka kini terbaring sunyi, pulang ke rumah dalam keadaan kaku dan dingin.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Ini bukan sekadar musibah, ini peringatan bagi kita semua agar lebih waspada,” ujar Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Waesama.

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk disalatkan dan dimakamkan. Pemakaman direncanakan sore hari, menanti kedatangan keluarga dari Dusun Kusu-Kusu yang sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat.

Baca Juga  Kadiskop UKM Bursel Harap Kesamaan Harga Pasar Di Pedagang

Peristiwa ini menambah daftar panjang serangan satwa liar di wilayah pedalaman Buru Selatan. Ketika hutan dibabat dan sungai dikuras, hewan-hewan buas pun kehilangan tempat. Dan kadang, mereka datang kembali—bukan dengan suara, tapi dengan terkam yang mematikan.

(Biro BurseL)

Berita Terkini