Triad Tanimbar Tegaskan Pemda Jangan ‘Cawe-Cawe’ dalam Penentuan Vendor Lokal Blok MASELA.

Saumlaki, Ambontoday.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, LSM Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR) dan Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT) mengeluarkan pernyataan keras terkait proses keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela. Mereka meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Tanimbar untuk tidak melakukan intervensi atau ‘cawe-cawe’ dalam penentuan vendor lokal yang akan terlibat dalam Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut.
Pernyataan ini muncul seiring dengan langkah pemerintah pusat melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menargetkan lelang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk Blok Masela dimulai pada tahun 2026. Ketiga organisasi ini menilai, keterlibatan vendor lokal harus didasarkan pada kompetensi dan profesionalisme, bukan berdasarkan kedekatan politik atau titipan oknum pejabat di lingkup pemerintah daerah apalagi dalam konsep keluarga pengusaha.
“Kami menegaskan agar Pemda Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memposisikan diri sebagai fasilitator dan regulator yang adil, bukan justru ikut bermain dalam penentuan vendor. Jangan ada cawe-cawe yang dapat merugikan pengusaha lokal yang benar-benar memiliki kapasitas,” ujar Sumitro Fenanlambir, salah satu koordinator Aksi.
Sementara itu Ongker Batmomolin yang juga koordinator aksi menjelaskan bahwa ketiga organisasi ini meminta Inpex Masela Ltd selaku operator untuk melakukan proses seleksi vendor secara transparan tanpa tekanan dari pihak manapun. Selain itu ketiga organisasi ini ingin memastikan pengusaha asli Tanimbar diberikan porsi yang layak dalam rantai pasok proyek, sesuai dengan amanat pengembangan konten lokal (Local Content).
Ketiga organisasi itu juga menyarankan Pemda KKT untuk fokus pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sinkronisasi regulasi daerah agar dampak ekonomi proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat luas, bukan segelintir kelompok.
Ditengah persiapan groundbreaking yang ditargetkan sebelum Lebaran 2026, KNPI, LSM Aliansi Tanimbar Raya dan Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT) tetap bersikap jika segala sesuatu yang sesuai dengan apa yang menjadi Point Perjuangan Tidak Terakomodir maka dipastikan kami Tetap Memboikot Groundbreaking Blok Masela.
Terkait persiapan aksi nanti, Hernanto Permelay mengungkapkan bahwa masalah Inpex Masela adalah urgensi seluruh masyarakat Tanimbar bukan hanya tingkat elit. Untuk itu pengacara muda ini menyampaikan persiapan aksi sudah matang 90% tinggal koordinasi terakhir dengan pihak² yang selama ini merasa dirugikan baik soal petuanan adat, lahan masyarakat, masyarakat terdampak di Kecamatan Tanimbar Selatan maupun vendor lokal yang terabaikan.
“Kami pastikan akan ada banyak orang ikut dalam aksi dimaksud karena menyangkut hak masyarakat Tanimbar. Ini murni aksi Anak-Anak muda Tanimbar di tempat yang tepat dalam waktu yang tepat pula. Ingat… Energi boleh diambil, Hak jangan diabaikan.” tutup koordinator umum aksi itu. (AT/BAJK)


















