AMBON, Ambon today.com – Guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian secara bertahap menerapkan sistem informasi yang terintegrasi antar kabupaten/kota,provinsi dan pemerintah pusat.
“Dalam mewujudkan Ambon smart city, maka implementasi pelayanan publik perlu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga membutuhkan tenaga pengelola teknologi informasi yang handal,” kata Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru saat membaca sambutan Walikota Ambon di Hotel Marina, Senin (26/4/2021).
Menurutnya, tenaga pengelola teknologi informasi dibutuhkan untuk melakukan pengembangan aplikasi, keamanan sistem informasi, penataan dan pengelolaan infrastruktur jaringan, pembuatan desain grafis dan pengelola perangkat multimedia.
“Dengan itu, Pemkot Ambon proses perekrutan tenaga pranata komputer dalam jabatan pranata komputer Pratama, pranata komputer pelaksana, programmer website, programmer aplikasi mobile, sistem analis, pengelola jaringan, desain grafis dan multimedia,” jelasnya.
Ia menjelaskan, proses perekrutan tenaga informatika telah dilaksanakan oleh Pemkot Ambon melalui Badan Kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia secara terbuka dan untuk umum.
“Saat ini, Pemkot Ambon telah mendapatkan 20 orang tenaga informatika yang akan ditugaskan pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian sebagai tenaga IT profesional dan akan ditugaskan pada command center,” tuturnya.
Ia melanjutkan, proses yang dilakukan oleh Pemkot Ambon untuk mendapatkan tenaga IT tidak hanya sebatas direktur tetapi diberikan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka dalam bidangnya masing-masing.
“3 hari kedepan mereka yang telah lulus seleksi akan mengikuti Diklat ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan karena kita sementara masih ada di masa pandemi Covid-19,” tandasnya. (AT-009)

